SIMBOLIS : Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Juliari Batubara bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan sembako kepada warga di Kecamatan Banyumanik, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIMBOLIS : Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Juliari Batubara bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan sembako kepada warga di Kecamatan Banyumanik, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tingginya harga kebutuhan pokok awal tahun lalu menyebabkan inflasi sebesar 0,8 persen. Data tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang sebesar 0,62 persen. Untuk menurunkan angka inflasi, Pemerintah Kota Semarang terus melakukan pasar secara rutin.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini angka inflasi di Kota Semarang sudah mulai mengalami penurunan, dari data yang ada angka inflasi saat ini menyentuh angka 0,37 persen. Salah satunya dengan pola sporadis menggelar pasar murah di tingkat kecematan.

“Walaupun sporadis ternyata sangat efektif menurunkan inflasi. Kami juga mendorong pihak lain untuk menggelar pasar murah ditingkat kecamatan,” katanya usai membuka Pasar Murah dan Kunjungan Kerja Anggota DPR Juliari Batubara di Kecamatan Banyumanik, Jumat (2/3) siang.

Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk menekan inflasi, lanjut Hendi-sapaan akrab Hendrar Prihadi- adalah menjaga harga bahan pokok sesuai dengan kemampuan masyarakat. Salah satunya adalah memotong rantai distribusi yang terlalu bertele-tele dan memakan waktu. “Kita pakai pola taktis, semakin cepat harga barang yang didistribusikan tidak terlu mahal,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPR dari Partai PDI Perjuangan, Juliar Batubara mengatakan saat ini Pemerintah Pusat sendang mendorong swasembada pangan dengan produktivitas pertanian yang memanfaatkan teknologi pertanian. “ Masalah teknologi pertanian ini terus dikembangkan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan,” jelasnya.

Selain teknologi pertanian, lanjut Juliari, pemanfaatan lahan pertanian pun harus dimaksimalkan. Misalnya saja wilayah penghasil beras sebagai bahan pokok harus terus dijaga atau bahkan ditingkatkan. Hal tersebut perlu peran dari Pemerintah daerah mulai dari level desa hingga kabupaten-kota.  (den/zal)