RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok, Peng Hui Juan yang menjadi akuntan di CV Bintang Inovasi Bahagia, Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, lolos dari jeratan hukum atau deportasi. Pasalnya, setelah menyerahkan diri di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Jateng Rabu (28/2), Peng Hui Juan langsung diserahkan ke Imigrasi Kota Semarang. Sementara pihak Imigrasi mengaku tidak merasa menerima. Hingga saat ini, TKA ilegal itu tidak diketahui keberadaannya.

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang menegaskan, Peng Hui Juan yang sudah bekerja selama 3 bulan di perusahaan tersebut terbukti melanggar regulasi ketenagakerjaan karena tidak punya Izin Mempekerjakan Tenga Asing (IMTA). Selain itu, dia bekerja di perusahaan yang tidak boleh mempekerjakan tenaga asing.

“Kalau CV kan memang tidak boleh mempekerjakan tenaga asing. Tapi sekarang sudah diurus dan kami keluarkan dari pekerjaan. Sekarang, tinggal urusan Imigrasi. Seharusnya dideportasi,” tegasnya, Jumat (2/3).

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jateng, Budi Prabawaning Dyah menambahkan, pihaknya sudah melakukan serah-terima Peng Hui Juan kepada pihak Imigrasi yang diwakili Kasubsi Penindakan Keimigrasian, Hegarenda Diko Zendika. Serah-terima itu dilakukan di lantai 2 Gedung B Kantor Disnakertrans Jateng, Jalan Pahlawan nomor 2 Semarang.

“Awalnya, ketika ada laporan dari masyarakat mengenai indikasi TKA ilegal, saya menghubungi Pak Ramli (Rami HS, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng). Beliau menugaskan stafnya untuk ikut mengecek. Setelah sampai di tempat kerja TKA, kami tidak bertemu. Itu hari Selasa (27/2). Saya pun mengirimkan surat untuk segera menghadap. Dan dia (Peng Hui Juan) datang sendiri ke kantor Disnaker besoknya,” terangnya.

Ketika datang ke kantor Disnaker Jateng, Budi langsung meminta keterangan lewat juru bahasa Peng Hui Juan. Setelah itu, dia membuat berita acara dan menyerahkan ke petugas imigrasi yang juga datang ke kantornya. “Sudah kami serahkan. Artinya, kan sudah menjadi kewenangan Imigrasi. Toh visa TKA itu menggunakan visa kunjungan, bukan untuk bisnis,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, Ramli HS merasa tidak membawa Peng Hui Juan. Meski begitu, dia mengaku memang dihubungi pihak Disnakertans Jateng untuk melakukan pengecekan adanya TKA tanpa izin yang bekerja di CV Bintang Inovasi Bahagia.

“Saya dihubungi, diajak untuk mengecek di tempat kerja TKA. Saya minta tolong petugas untuk mengecek, termasuk mengajak pihak kepolisian. Tapi kami tidak menerima TKA itu karena masalahnya bukan diimigrasian. Bukan menolak, hanya mempertanyakan saja karena kalau masalah pelanggaran izin ketenagakerjaan, seharusnya Disnaker yang melakukan proses penegakan hukum,” terangnya.

Jika proses hukum yang dilakukan dari pihak Disnaker sudah ada keputusannya, lanjutnya, baru bola ada ditangan Imigrasi. Apakah dideportasi, atau penindakan lain sesuai hasil pengadilan.

“Sekarang, masalah ada di tangan Disnaker. Kami baru bisa mengurus deportasi setelah ada keputusan dari pengadilan. Jadi yang bersangkutan tidak pernah ditahan di imigrasi. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, WNA tersebut sudah meninggalkan Semarang,” tandasnya.

Di lain pihak, Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv meminta Disnakertrans Jateng tetap melakukan pengawasan kepada Peng Hui Juan. Pasalnya, secara administrasi, belum ada penyelesaian soal TKA ilegal ini. “Sepanjang syarat adminsitrasinya belum dipenuhi sesuai Undang Undang Ketenagakerjaan dan Imigrasi, harus dipantau betul,” jelasnya. (amh/ric)