Perbukitan Menoreh Paling Rawan

196

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat sedikitnya 90 bencana terjadi di Kabupaten Magelang selama bulan Februari lalu. Tingginya kejadian ini membuat masyarakat diminta harus terus waspada.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto dalam siaran persnya mengatakan kejadian tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang. Dari 90 kejadian tersebut, 67 diantaranya adalah tanah longsor.

“Tanah longsor masih menjadi kejadian paling menonjol setiap tahunnya di Kabupaten Magelang. Kontur tanah perbukitan yang labil menjadi salah satu penyebabnya,” kata Edy.

Kejadian tanah longsor, kata dia, didominasi di Kecamatan Salaman dan Kecamatan Borobudur. “Di perbukitan Menorah paling rawan. Selain itu di sana juga terjadi kasus tanah bergerak yang hingga kini terus kita awasi dan monitor,” paparnya.

Selain tanah longsor, kata dia, 23 kejadian lainnya yakni angin kencang, hujan angin, banjir, kebakaran dan kejadian kebencanaan lainnya. “Musim penghujan ini menjadi faktor tingginya angka kebencanaan di Kabupaten Magelang. Kita berharap masyarakat terus waspada,” harap dia.

Edi menambahkan, akibat semua kejadian itu dampaknya 155 unit rumah rusak ringan. Satu rumah rusak sedang, dan 15 rumah rusak berat. “Tidak ada korban jiwa hanya ada korban luka-luka saja dari Borobudur,” paparnya.

BPBD sudah menyiagakan personel dan peralatan lengkap guna mengantisipasi kejadian kebencanaan yang diprediksi masih akan terus terjadi di musim penghujan ini. “Tim reaksi cepat kita sudah terlatih dan siap memberikan bantuan jika terjadi kebencanaan. Tapi paling penting adalah tim kita juga memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk terus waspada sedini mungkin terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu akan datang. Terutama di daerah rawan,” jelas Edi. (vie/ton)