PERAWATAN KURANG : Pagar tribun Stadion Hoegeng sisi timur bagian utara, roboh sepanjang kurang lebih 50 meter, Kamis (1/3) dini hari. (Ist)
PERAWATAN KURANG : Pagar tribun Stadion Hoegeng sisi timur bagian utara, roboh sepanjang kurang lebih 50 meter, Kamis (1/3) dini hari. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pagar tribun Stadion Hoegeng sisi timur bagian utara, roboh sepanjang kurang lebih 50 meter, Kamis (1/3) dini hari. Menurut informasi, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Hujan lebat yang mengguyur Kota Pekalongan diduga menjadi salah satu penyebab robohnya pagar tribun.

Selain itu, kondisi fisik dan struktur bangunan stadion juga terpantau sudah rapuh. Perawatan yang minim membuat pemkot jarang melakukan pembenahan bangunan fisik pada stadion yang menjadi home base Persip Pekalongan tersebut.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, anggaran perawatan Stadion Hoegeng hanya sebesar Rp 90 juta dalam satu tahun. Anggaran sejumlah itu, juga tidak hanya diperuntukkan bagi stadion saja melainkan untuk dua aset fasilitas olahraga lainnya yakni GOR Jetayu dan Lapangan Tenis PDAM.

“Anggarannya memang terbilang minim untuk perawatan. Tidak banyak yang bisa dilakukan dengan anggaran sejumlah itu,” tutur Kasi Sarpras pada Dinparbudpora, Imam Budi Santoso saat dikonfirmasi.

Imam mengungkapkan, perawatan yang dilakukan hanya pemotongan rumput secara rutin dan pengecatan pada sejumlah bagian stadion.

Dikatakan Imam, Dinparbudpora baru satu tahun terakhir diberikan kewenangan untuk mengelola aset-aset fasilitas olahraga yang sebelumnya dikelola oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Untuk itu, ia mengaku belum bisa berbuat banyak untuk mengelola Stadion Hoegeng maupun fasilitas olahraga lainnya.

Terkait kejadian robohnya pagar tribun stadion, akan dilakukan kajian oleh instansi terkait, dalam hal ini DPUPR untuk mengetahui penyebab robohnya bagian tersebut. “Penyebab kami tidak bisa menyimpulkan harus ada kajian teknis dari instansi terkait. Kemudian terkait perbaikan juga tergantung dari BKD apakah ada anggaran atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Ibnu, seorang penjaga stadion mengatakan, robohnya pagar tribun sisi timur bagian utara tersebut terjadi saat hujan deras pada Kamis (1/3) sekitar pukul 01.00. “Saya mendengar ada suara seperti bangunan ambruk, keras sekali. Tapi saya tidak berani melihat langsung. Baru sesudah subuh saya lihat dan ternyata pagar tribun itu yang roboh,” tuturnya.

Ia memperkirakan, pagar yang roboh sepanjang 50 meter karena memanjang hingga setengah lapangan. Selain pagar, ada dua tingkat tempat duduk yang ikut roboh.  Tak hanya pagar tribun, Ibnu juga mengaku khawatir kejadian serupa akan terulang. Berdasarkan pantauan, kondisi struktur bangunan terutama tembok bagian atas di sisi tribun timur juga sudah memprihatinkan. Kondisi tembok sudah tak lagi lurus melainkan bergelombang. Itu membuktikan jika ada bagian pondasi yang amblas. “Khawatir saja, kelihatannya sudah rapuh,” tambahnya.

Kemudian, bagian bawah stadion juga rutin tergenang banjir ketika hujan besar. Banjir pada Kamis dini hari, bahkan sampai sebatas paha orang dewasa. Banjir merendam sejumlah ruang dan fasilitas di bagian bawah seperti ruang ganti pemain, ruang wasit, kamar mandi, dan mess pemain. (nul/jpr/zal)