Minim Anggaran, Stadion Hoegeng Memprihatinkan

Pagar Tribun Roboh

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pagar tribun Stadion Hoegeng sisi timur bagian utara, roboh sepanjang kurang lebih 50 meter, Kamis (1/3) dini hari. Menurut informasi, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Hujan lebat yang mengguyur Kota Pekalongan diduga menjadi salah satu penyebab robohnya pagar tribun.

Selain itu, kondisi fisik dan struktur bangunan stadion juga terpantau sudah rapuh. Perawatan yang minim membuat pemkot jarang melakukan pembenahan bangunan fisik pada stadion yang menjadi home base Persip Pekalongan tersebut.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, anggaran perawatan Stadion Hoegeng hanya sebesar Rp 90 juta dalam satu tahun. Anggaran sejumlah itu, juga tidak hanya diperuntukkan bagi stadion saja melainkan untuk dua aset fasilitas olahraga lainnya yakni GOR Jetayu dan Lapangan Tenis PDAM.

“Anggarannya memang terbilang minim untuk perawatan. Tidak banyak yang bisa dilakukan dengan anggaran sejumlah itu,” tutur Kasi Sarpras pada Dinparbudpora, Imam Budi Santoso saat dikonfirmasi.

Imam mengungkapkan, perawatan yang dilakukan hanya pemotongan rumput secara rutin dan pengecatan pada sejumlah bagian stadion.

Dikatakan Imam, Dinparbudpora baru satu tahun terakhir diberikan kewenangan untuk mengelola aset-aset fasilitas olahraga yang sebelumnya dikelola oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Untuk itu, ia mengaku belum bisa berbuat banyak untuk mengelola Stadion Hoegeng maupun fasilitas olahraga lainnya.

Terkait kejadian robohnya pagar tribun stadion, akan dilakukan kajian oleh instansi terkait, dalam hal ini DPUPR untuk mengetahui penyebab robohnya bagian tersebut. “Penyebab kami tidak bisa menyimpulkan harus ada kajian teknis dari instansi terkait. Kemudian terkait perbaikan juga tergantung dari BKD apakah ada anggaran atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Ibnu, seorang penjaga stadion mengatakan, robohnya pagar tribun sisi timur bagian utara tersebut terjadi saat hujan deras pada Kamis (1/3) sekitar pukul 01.00. “Saya mendengar ada suara seperti bangunan ambruk, keras sekali. Tapi saya tidak berani melihat langsung. Baru sesudah subuh saya lihat dan ternyata pagar tribun itu yang roboh,” tuturnya.

Ia memperkirakan, pagar yang roboh sepanjang 50 meter karena memanjang hingga setengah lapangan. Selain pagar, ada dua tingkat tempat duduk yang ikut roboh.  Tak hanya pagar tribun, Ibnu juga mengaku khawatir kejadian serupa akan terulang. Berdasarkan pantauan, kondisi struktur bangunan terutama tembok bagian atas di sisi tribun timur juga sudah memprihatinkan. Kondisi tembok sudah tak lagi lurus melainkan bergelombang. Itu membuktikan jika ada bagian pondasi yang amblas. “Khawatir saja, kelihatannya sudah rapuh,” tambahnya.

Kemudian, bagian bawah stadion juga rutin tergenang banjir ketika hujan besar. Banjir pada Kamis dini hari, bahkan sampai sebatas paha orang dewasa. Banjir merendam sejumlah ruang dan fasilitas di bagian bawah seperti ruang ganti pemain, ruang wasit, kamar mandi, dan mess pemain. (nul/jpr/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Usir Roh Jahat dari Manusia

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ratusan umat Hindu di Magelang Raya mengarak 2 patung raksasa ogoh-ogoh Ruk Muka dan Rukma Kala,...

Rintis Usaha Make Up Artist

ABIDAH Wijayanti adalah sosok wanita cantik yang tengah merintis bisnis Make Up Artist (MUA). Dara berhijab yang akrab disapa Bida ini membuka usaha jasanya...

Nasib KSP Mitradana Tunggu 42 Hari

SEMARANG - Nasib Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana yang memiliki kantor di Semarang dan Salatiga terancam pailit akibat digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yang...

Warga Minta Peternakan Ayam Tak Berizin Ditutup

UNGARAN–Ratusan warga Dusun Kesongo Lor RT 1 RW 3, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menggerudug gedung DPRD Kabupaten Semarang, Senin (25/7) kemarin. Mereka...

More Articles Like This

- Advertisement -