33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Menuju Kurikulum yang Integral (3)

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM – KAJIAN terhadap kurikulum pendidikan musti dilakukan. Hemat penulis, sudah saatnya Indonesia menerapkan kurikulum integratif. Yakni, mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Terkait integrasi antara Ilmu Agama dan Ilmu Umum, al-Faruqi telah menyampaikan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan pada Konferensi Islam pertama di Makkah pada 1977.
Wacana Islamisasi memunculkan perdebatan pro-kontra. Pertama, umat Islam membutuhkan sebuah sistem sains untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, baik materiil maupun spiritual. Sedangkan sistem sains yang ada, belum mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Karena ia banyak mengandung nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam.
Kedua, fakta membuktikan bahwa sains modern telah menimbulkan ancaman-ancaman bagi kelangsungan dan kehidupan umat Islam dan lingkungannya. Ketiga, umat Islam pernah memiliki peradaban yang Islami, sehingga untuk menciptakan kembali dalam peradaban yang Islami, kiranya dipandang perlu melakukan Islamisasi sains.
Dari perdebatan di atas, penulis menemukan bahwa yang menjadi akar permasalahan, terletak pada perspektif filosofis yang mendasari bangunan keilmuan; terkait persoalan apakah ilmu itu bebas nilai atau tidak. Di antara mereka yang setuju upaya Islamisasi Ilmu pengetahuan, mengajukan gagasan perlunya pengintegrasian ilmu-ilmu agama dan umum.
Salah satu tokoh yang menyetujui integrasi ilmu adalah Osman Bakar. Menurut Osman, mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan umum pada dasarnya merupakan upaya mengembalikan ilmu kepada asalnya (habitatnya). Pendapat ini dilandasi adanya kesadaran bahwa Allah SWT adalah sumber kebenaran dan sumber pengetahuan sekaligus.
Lantas, bagaimana cara mengintegrasikan antara kedua bangunan ilmu yang berbeda, sekuler, dan religius di lembaga pendidikan? Mulyadi Kartanegara menjelaskan, menggabungkan dua himpunan ilmu yang berbeda tanpa diikuti oleh konstruksi epistemologinya, merupakan upaya yang tidak akan membuahkan sebuah integrasi. Namun, hanya berjalan sendiri-sendiri. Sebagaimana yang terjadi selama ini, seperti di lembaga pendidikan pesantren, diajarkan pula ilmu-ilmu umum seperti matematika, bahasa Inggris dan sebagainya. Sebaliknya, di lembaga pendidikan umum– semisal SMA/SMK– diberikan pendidikan agama semisal boarding school.
Menurutnya, untuk mencapai tingkat integritas epistemologis, integrasi harus diusahakan pada beberapa aspek atau level, yaitu integrasi ontologis, integrasi klasifikasi ilmu, dan integrasi metodologi. Mulyadi berpendapat, pembelajaran yang integratif, terjadi jika seorang guru menjelaskan fenomena alam, dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Sebaliknya, ketika seorang guru agama menjelaskan ayat-ayat kauninyah, dikaitkan dengan fenomena alam. Karena itulah, sebagai sebuah alternatif dan upaya menyempurnakan Kurikulum 2013 ke depan, perlu disusun kurikulum integratif dengan konsep seperti yang dikemukakan oleh pakar epistimologi, Mulyadi Kartanegara di atas.
Betapa tidak, salah satu kelebihan kurikulum ini terdapat pada KI 1 dan KI 2 yang menjadi muara dari semua mata pelajara. Hanya saja, strategi menuju tercapainya KI 1 dan KI 2, belum ditemukan pendekatan yang tepat. Salah satu langkah yang perlu ditempuh menuju kurikulum yang integratif adalah adanya pelatihan metodologi terkait strategi atau pendekatan untuk mencapai pembelajaran yang integratif. Wassalam. (*/isk)
 Guru Pendidikan Agama Islam SMKN1 Salam, Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Magelang dan Anggota Bagian Litbang MGMP PAI Provinsi Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjadi tua itu pasti,tapi di usia tua tetap sehat dan produktif itu adalah pilihan, inilah yang mengemuka dalam obrolan di warung...

Main Petak Umpet, Jatuh dari Lantai 5 Rusunawa

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Diduga saking asyiknya bermain petak umpet, seorang anak terjatuh dari lantai lima rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal....

Ninik Rohayati, Jatuh Bangun Besarkan Usaha Roti

Tidak mudah menyerah. Itulah modal besar Ninik Rohayati, 45, dalam membangun bisnis roti Anda. Roti racikan perempuan jebolan SMEA itu menjadi langganan tetap para...

Taj Yasin Maimoen Genjot Sosialisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen terus melakukan sosialisasi menjelang masa kampanye. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan...

Polres Pekalongan Kota Rotasi Pejabat

PEKALONGAN - Polres Pekalongan Kota melakukan rotasi pejabat di lingkungannya. Sebanyak delapan perwira tersebut dirotasi sesuai surat Keputusan Kapolda Jateng nomor kep/1970/VIII/2017 tanggal 03...

PKL Diminta Patuhi Aturan Jualan

DEMAK-Satpol PP Kabupaten Demak mengimbau agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) mematuhi aturan, agar tidak mengganggu ketertiban umum yang merugikan banyak pihak. Hal itu...