EVAKUASI : Anggota polisi dari Mapolres Pekalongan Kota dan tim SAR saat mengevakuasi kerangka manusia dalam rumah kosong. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
EVAKUASI : Anggota polisi dari Mapolres Pekalongan Kota dan tim SAR saat mengevakuasi kerangka manusia dalam rumah kosong. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sebuah kerangka manusia yang diduga penjaga sebuah rumah tua bekas gudang batik, ditemukan oleh warga yang akan menebang pohon. Lokasi penemuan di salah satu rumah di Jalan Jendral Sudirman pantura No 125 RT 03 RW 04, Kelurahan Kebulen, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jumat (2/3).

Saat ditemukan, mayat yang tinggal tulang dan diperkirakan berjenis kelamin laki-laki itu dalam posisi terlentang di bawah tempat tidur. Kepala mayat berada di dalam rangka besi, sebuah penyangga mesin pres besi.

Awal mulai ditemukan mayat itu dari seorang pekerja,  Abdul Basir, yang hendak merapikan ranting-ranting pohon yang berada di atap rumah kosong tersebut. Dirinya diperintah pemilik usaha mebel yang atapnya terganggu pohon-pohon yang tumbuh dari dalam rumah tersebut.

Setelah izin dari RT setempat, dia mulai memotong pohon. Saat memanjat, salah satu pohon, ada salah satu genting terbuka. Dan dia melihat ada sosok kerangka manusia di dalam kamar.

“Saya kaget waktu melihat dari genteng ada mayat. saya langsung lari lapor RT dan diteruskan ke polisi,” ucap Basir.

Kemudian anggota Babinkamtibmas bersama perwakilan warga mencoba masuk rumah kosong tersebut. Lokasinya yang berada tepat di jalur pantura dan jauh dari kampung, membuat warga juga jarang mengetahui seluk beluk rumah itu.

Rumah yang dalam keadaan terkunci membuat polisi harus naik kea tap agar bisa masuk dalam rumah. Dari hasil olah TKP, di dekat kerangka mayat ditemukan bundelan yang berisi uang sekitar Rp 300 Ribu, sebuah KTP dan KK atas nama Matsai Haryanto, 69, warga Malang Jawa Timur,  dan beberapa dokumen lainnya.

“Identitas kerangka ini, masih dalam penyelidikan. Namun demikian kita temukan berkas-berkas kependudukan, apakah ini identitasnya atau tidak, masih kami dalami,” kata Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hanafi Umar saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Hanafi, polisi menduga telah meninggal sekitar satu tahunan. Namun perlu penyelidikan lebih lanjut. Kerangka mayat juga langsung dibawa ke RSUD Bendan.

Diperkirakan sesuai kalender Juni 2016 yang terakhir disobek, mendekati waktu kematian  korban. Namun tepatnya akan diperiksa oleh kedokteran forensik. (han/zal)