KOMPAK : Ribuan civitas UNNES kompak goyang konservasi di Lapangan Atletik FIK, Kampus Sekarang, Kamis (1/3) lalu. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK : Ribuan civitas UNNES kompak goyang konservasi di Lapangan Atletik FIK, Kampus Sekarang, Kamis (1/3) lalu. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ada pemandangan menarik di Lapangan Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (1/3) kemarin. Sebanyak 10.573 civitar UNNES, bergoyang seirama. Mereka menamakan goyang konservasi. Goyang kolosal tersebut berhasil tercatat dalam Lembaga Prestasi dan Rekor Indonesia Dunia (Leprid). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembuka Dies Natalis UNNES ke-53.

Rekor itu sendiri dicatat sebagai prestasi seni budaya yang menyatukan semua elemen masyarakat. Penghargaan diberikan kepada Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman, M.Hum selaku pemrakarsa dan Dekan Fakultas Ekonomi Dr Wahyono, MM selaku penyelenggara kegiatan tari goyang konservasi. Dalam pemecahan rekor ini, turut hadir Walikota Semarang, Hendar Prihadi Wakil Ketua DPR RI Agus Hemanto.

“Event ini sangat menarik, karena kegiatan tari goyang konservasi dengan iringan langsung musik gamelan sebagai prestasi seni budaya yang menyatukan semua elemen masyarakat. Di kampus ini juga mengajak mahasiswa meningkatkan kesadaran tentang konservasi,” kata Direktur Leprid, Paulus Pangka.

Sementara, Prof Fathur Rokhman menjelaskan jika goyang konservasi dianggap sebagai tari, tidak sekadar senam, karena ada unsur seni di dalamnya dan diiringi secara langsung oleh gamelan. Dirinya pun mengaku bangga penganugerahan  yang diberikan Leprid.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata Unnes serius menjadi kampus yang memiliki kesadaran konservasi, kami pun menggalang semangat ini di Kota Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya,” jelasnya. (den/zal)