TKA Ilegal Tiongkok “Hilang”

379

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok yang bekerja di Kawasan Industri Candi Ngaliyan, Semarang ditangkap. TKA tersebut terbukti tidak mengantongi surat Izin Memperkerjakan Tenga Asing (IMTA). Sampai saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan pihak Imigrasi Jateng saling lempar terkait pengurusan masalah tersebut.

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang menjelaskan, penangkapan itu berdasarkan informasi yang dilaporkan dari masyarakat. “Ada yang melaporkan, ada indikasi mempekerjakan TKA secara ilegal. Langsung kami cek dengan pihak kepolisian dan imigrasi. Ternyata benar, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan IMTA,” ucapnya, Kamis (1/3).

Setelah dilakukan proses di kantor Dinsakertrans Jateng, TKA ilegal tersebut diserahkan ke bagian Imigrasi. “Sudah kami serahkan langsung ke Imigrasi. Mestinya dideportasi. Itu kan kewenangannya pihak Imigrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng, Rami HS menegaskan, pihaknya tidak pernah menerima TKA ilegal dari Disnakertrans Jateng.

“Kami tidak menolak. Hanya mempertanyakan, jika ada indikasi pelanggaran soal izin ketenagakerjaan, seharusnya pihak Disnakertrans yang melakukan proses penegakan hukum. Petugas kami tidak serta menerima karena masalahnya bukan dari keimigrasian,” terangnya.

Dia mengaku, memang sempat dikontak pihak Disnakertrans Jateng untuk diajak mengecek dugaan TKA ilegal. Tapi ketika dicek di tempat TKA bekerja, tidak bertemu. “Setelah ditunggu sekian lama, orangnya (TKA) tidak muncul-muncul. Jadi tidak ada kejadian penangkapan,” terangnya.

Ramli pun menunggu kabar dari pihak Disnakertrans Jateng karena pihak sponsor yang membawa TKA ke Semarang diwajibkan melapor. “Kalau memang menduga ada penyalahgunaan tenaga kerja dan ternyata tidak bisa menunjukkan IMTA, berarti kan masalahnya ada di Disnaker. Kami tidak bisa menangani,” jelasnya.

Jika proses hukum yang dilakukan dari pihak Disnakertrans sudah ada keputusannya, lanjutnya, baru bola ada di tangan Imigrasi. Apakah dideportasi, atau penindakan lain sesuai hasil pengadilan.

“Sekarang, masalah ada di tangan Disnakertrans. Kami baru bisa mengurus deportasi setelah ada keputusan dari pengadilan. Jadi yang bersangkutan tidak pernah ditahan di imigrasi. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, WNA tersebut sudah meninggalkan Semarang,” tandasnya. (amh/ric)