Soroti Prasarana Samsat yang Terbatas

228
PANTAU PENDAPATAN : Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti menyampaikan paparan saat kunjungan ke Samsat Grobogan. (Istimewa)
PANTAU PENDAPATAN : Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti menyampaikan paparan saat kunjungan ke Samsat Grobogan. (Istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng meminta Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Grobogan menambah sarana dan prasarana agar bisa melayani wajib pajak dengan lebih baik. Petugas Samsat diharapkan mampu melakukan langkah jemput bola agar target pendapatan pajak bisa tercapai.

Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti mengatakan selama ini pajak kendaraan bermotor masih menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD). Samsat Kabupaten Grobogan sendiri harus melayani 19 Kecamatan di wilayah tersebut. Karenanya dia berharap sarana dan prasarana yang dimiliki cukup untuk menjangkau seluruh wilayah. “Saya berharap menambah mobil operasional untuk Samsat Keliling agar bisa jemput bola,” katanya saat kunjungan kerja Komisi C ke Samsat Grobogan, beberapa waktu lalu. Menurut dia, langkah jemput bola perlu dilakukan untuk mendekatkan diri dengan wajib pajak.

Meski begitu, politisi Demokrat ini berharap petugas Samsat menggunakan cara persuasif untuk menagih tunggakan pajak. “Cara door to door selama ini banyak dikeluhkan karena kesannya didatangi debt collector. Kami berharap caranya direvisi dengan mengimbau wajib pajak melakukan pembayaran,” kata dia.

Kepala UPPD Kabupaten Grobogan, Eko Amintoyo mengakui keterbatasan mobil operasional Samsat Keliling dan Samsat Siaga menjadi salah satu kendala. “Saat ini kami sedang minta bantuan mobil ke Pemkab Grobogan dan BPPD Jateng,” katanya.

Dia mengatakan guna mencapai target pendapatan pajak pada 2018, pihaknya telah menambah titik dan waktu layanan. Diantaranya pelayanan Samsat Cepat dimulai pukul 07.15, Samsat Paten Senin-Jumat, dan Samsat Keliling seminggu penuh. “Mulai Maret kami juga akan membuka Samsat Paten di Gubug,” ujarnya. (ric)