Sertifikat Belum Dicetak

447
DIPERTANYAKAN WARGA : Seorang pekerja sedang membersihkan makam di TPU Giriloyo. DLH Kota Magelang menjanjikan sertifikat makam akan selesai semua pada 2018 ini. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
DIPERTANYAKAN WARGA : Seorang pekerja sedang membersihkan makam di TPU Giriloyo. DLH Kota Magelang menjanjikan sertifikat makam akan selesai semua pada 2018 ini. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) buka suara terkait lambatnya pengurusan sertifikat tanah makam yang dikeluhkan warga Kota Magelang. DLH mengaku terkendala pada pencetakan, karena jumlah pemohon melebihi yang ditargetkan.

“Kita tidak mengingkari hal itu. Memang ada keterlambatan karena animo masyarakat sangat besar pada saat kita berikan pemutihan pemakaman,” kata Plt Kabid Pengelolaan Penerangan Jalan Umum, Pertamanan dan Pemakanan, DLH Kota Magelang, Yetty Setyaningsih, kemarin.

Dijelaskannya, retribusi penggunaan petak makam di TPU Giriloyo yang dikelola Pemkot Magelang dipatok sebesar Rp 120 ribu untuk warga kota dan Rp 520 ribu bagi warga luar kota. Besaran retribusi itu diatur Perda No 12 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Kota Magelang No 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan dan Pelayanan Pemakaman.

“Untuk data yang lampau, diberikan pemutihan hingga 75 persen. Sehingga mereka akan mendapatkan sertifikat makam yang berlaku 5 tahun, setelah habis (masa berlaku) baru registrasi ulang,” ujarnya.

Karena sertifikat makam yang diurus mencapai ratusan, hingga saat ini masih tersisa sekitar 5 persen yang belum rampung. Masyarakat diminta untuk sabar menunggu. Ia juga memastikan, bagi warga yang sudah membayar akan diberikan sertifikat itu.

“Pencetakannya belum jadi semua. Kita selesaikan secara bertahap. Intinya, pekerjaan rumah (PR) tahun 2018, dan salah satunya soal sertifikat makam akan kami selesaikan tahun 2018 ini,” tandasnya.

Belajar dari pengalaman ini, ia berencana akan melakukan inovasi untuk mendukung percepatan pelayanan pengurusan sertifikat tanah makam. Pada anggaran perubahan ini, ia membuat sebuah aplikasi berbasis android yang diberi nama Simpel, akronim dari Sistem Pemakaman Online. Pengguna aplikasi tersebut bisa mengakses layanan di manapun, dan kapanpun. Baik mengurus sertifikat tanah makam, mengetahui data ahli waris, data blok pemakaman, data jenazah, dan sebagainya.

“Seperti namanya (Simpel, Red), kami berharap pengurusannya tidak berbelit, tidak ada lagi complain dari warga, seperti ketinggalan pendataan dan sebagainya,” tuturnya. (put/ton)