33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

PMII Tolak RUU MD3

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Salatiga berunjukrasa menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan kedua atas UU 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR dan DPRD (revisi MD3), Kamis (1/3).
Para mahasiswa menilai sejumlah di revisi tersebut mengkriminalisasi hak berpendapat rakyat. Mereka memulai aksinya dari kampus I IAIN yang berada di Jalan Tentara Pelajar sekitar pukul 09.00. Kemudian mereka long march menuju bundaran Tamansari dan kemudian ke kantor DPRD Salatiga. Namun langkah mereka untuk masuk ke gedung wakil rakyat itu tertahan, karena di pagar betis aparat kepolisian dan Satpol PP.
Sambil membawa keranda mayat yang merupakan simbol kematian demokras,i mereka melakukan orasi di depan pintu gerbang. “Demokrasi kita sudah mati,” teriak Arfan Ketua Cabang PMII Salatiga.
Menurut Arfan ada sejumlah pasal di dalam rancangan tersebut yang menciderai nilai-nilai demokrasi. Ia mencontohkan Pasal 122 huruh (k) tentang kewenangan MKD untuk mengambil langkah hukum terhadap perseorangan, kelompok atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR atau DPRD.“Pasal ini sangat berpotensi membungkam suara demokrasi dengan ancaman pemidanaan,” tandasnya.
Dalam aksi tersebut PMII Salatiga menyampaikan pernyataan sikapnya,  yaitu PMII Salatiga secara tegas menolak Pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dalam revisi UU MD3, mendesak kepada Presiden RI agar tidak menyetujui revisi UU MD3 tersebut. “Kami juga mendesak kepada presiden mengeluarkan Perppu pengganti UU MD3,” bunyi dalam pernyataan sikap PMII Salatiga.
Selain itu PMII akan terus memperjuangkan hak demokrasi warga negara yang terancam oleh revisi UU MD3 dan akan melakukan uji materi. PMII juga siap untuk membela warga Negara yang menjadi kriminalisasi revisi UU MD3.
Sementara Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio saat menemui pengunjukrasa mengatakan, pihaknya menampung aspirasi tersebut dan selanjutnya akan dibahas dalam rapat paripurna dengan anggota dewan lainnya. “Keputusan akan kita diskusikan di tingkat internal, langkah selanjutnya seperti apa.  Ini negara demokrasi, tentunya rakyat bebas berpendapat. Menurut saya revisi Undang-Undang ini juga agak kontroversial ya,” ujarnya. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Bangkitkan Rasa Kebangsaan melalui Ziarah ke Makam Pahlawan

RADARSEMARANG.COM - RASA kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat dan masyarakat terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa, yaitu menciptakan masyarakat yang...

Suku Bunga KPR Kompetitif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sektor properti sejak tahun lalu cenderung lesu. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin kompetitif diharapkan dapat merangsang sektor ini...

Dua Calhaj Batang Wafat di Tanah Suci

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dua orang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 keberangkatan dari embarkasi haji...

Rolle Question and Answer, Dongkrak Keaktifan Belajar IPS

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN IPS di sekolah dirasakan sangat berat dan membosankan. Hal ini dikarenakan materi yang padat dan kurang melibatkan keaktifan siswa. Pembelajaran yang...

Telkomsel Gelar Jaringan 4G di 6000 Titik

RADARSEMARANG.COM, MAKASSAR - Telkomsel Jawa Bali akan menggelar jaringan 4G lebih pada 6000 titik di tahun 2018. Program ini dinamakan 4G Everywhere. Hal tersebut sebagai...

Tingkatkan IP, Bantu Alsintan

KAJEN–Pemkab Pekalongan berupaya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Pekalongan yang saat ini baru 230 persen menjadi 300 persen. Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati...