Pimpin Kirab Merah Putih, Hendi Serukan ‘Jas Merah’

394
KIRAB MERAH PUTIH : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami sejumlah peserta kirab Merah Putih di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, kemarin. FOTO-FOTO LAIN HAL 8. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)
KIRAB MERAH PUTIH : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami sejumlah peserta kirab Merah Putih di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, kemarin. FOTO-FOTO LAIN HAL 8. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin masyarakat Kota Semarang mengikuti Kirab Merah Putih, Kamis (1/3). Tak kurang dari 700 orang dari berbagai elemen mengikuti kirab tersebut. Mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer membawa bendera merah putih dari Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang ke Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Berjalan perlahan mulai pukul 08.00, peserta tiba di Lapangan Pancasila Simpang Lima sekitar pukul 10.00. Mereka lalu berkumpul dengan ratusan peserta lainnya untuk mengikuti Apel Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi– mengatakan, kirab tersebut menjadi sebuah simbol bagaimana seluruh perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan bangsa terdahulu adalah untuk mengibarkan Merah Putih yang muaranya adalah Pancasila.

“Di Jalan Duku, tempat awal kita melangkahkan kaki ke Lapangan Pancasila ini, dimakamkan Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya. Seorang ulama besar pejuang bangsa yang rela berkorban untuk kemerdekaan yang dapat kita rasakan pada hari ini,” jelas Hendi.

“Maka pada kirab hari ini (kemarin), ada semangat kepahlawanan pejuang bangsa terdahulu yang mengiringi kita terus berjalan menegakkan bendera Merah Putih,” tegas Komandan Satgas NKRI Jawa Tengah, itu.

Menurut Hendi, sesuai pesan Bung Karno, Jas Merah! Jangan Sekali-sekali melupakan sejarah.

Karena dengan berpegang pada sejarahlah hari ini berkorbar semangat. “Maka jangan sampai ada sejarah perjuangan yang terlewatkan dari catatan kita, termasuk sejarah perjuangan yang dilakukan oleh Habib Hasan,” tegas Hendi di hadapan peserta kirab.

Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya sendiri merupakah pahlawan Indonesia yang mempunyai julukan ‘Singo Barong’. Julukan tersebut disematkan kepadanya karena dikenal garang dalam melawan penjajah. Seperti yang dilakukannya kala mengusir penjajah dari Pekalongan pada tahun 1785. Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya kemudian wafat pada 1881 dan dimakamkan di Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang.

“Habib Hasan boleh saja telah lama meninggalkan kita semua, tapi yakinlah semangatnya tetap hidup dalam setiap diri kita yang berjiwa besar mencintai Indonesia, mencintai merah putih, dan mencintai Pancasila,” pungkas Hendi.

 Selain menyelenggarakan Kirab Merah Putih, pada malam harinya, dalam rangka Haul Habib Hasan juga diselenggarakan pengajian bertempat di area makam   Habib Hasan, Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang. (sga/zal)