Perekonomian Warga Terhambat

Pasca Putusnya Jembatan Sunut

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pasca putusnya jembatan Sunut di Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, warga setempat merasa kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka. Kepala Dusun (Kadus) Sapen, Budi Narto mengungkapkan jembatan tersebut cukup vital bagi warga setempat.
Warga setempat kini terkendala untuk memasarkan hasil pertanian mereka ke Pasar Karangawen Kabupaten Demak. “Kondisi tersebut juga berdampak kepada siswa yang berangkat ke sekolah,” kata Budi, Kamis (1/3).
Jembatan tersebut merupakan akses utama dan terdekat warga Dusun Sapen menuju Kecamatan Karangawen via Desa Jeragung. Praktis, semenjak putusnya jembatan tersebut aktivitas ekonomi masyarakat setempat lumpuh total.“Saat ini sudah kami bangun jembatan darurat dari kayu, namun juga belum semua warga bisa melintas dengan mudah,” katanya.
Banyak warga dari Dusun Sapen dan Dusun Borangan Desa Candirejo maupun sebaliknya dari Karangawen yang melintas harus menerjang derasnya sungai Jeragung. Apabila ada warga yang hendak melintas menggunakan sepeda motor, harus di tandu melewati derasnya sungai Jeragung.
Kondisi tersebut semakin memperihatinkan manakala turun hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air sungai Jeragung otomatis akan lebih deras. Kondisi itu sangat membahayakan bagi warga yang hendak melintas. Ditambah, jembatan darurat dari kayu akan lebih licin dilalui saat maupun sesudah diguyur hujan.
Warga setempat hanya bisa berharap supaya jembatan Sunut bisa segera diperbaiki, sehingga dapat difungsikan sebagaimana mestinya. “Kita inginya segera diperbaiki, karena ini akses vital bagi warga kami,” tuturnya.
Seperti diketahui, panjang jembatan tersebut yaitu 72 meter dengan ketinggian dari dasar sungai mencapai 15 meter. Adapun lrbar jembatan yaitu 3 meter. Sementara untuk gelagar putus panjangnya sekitar 15 meter ini berada di sisi utara.
Sedangkan konstruksi yang putus tersebut dalam kondisi masih utuh jatuh di sungai. Untuk sampai di lokasi jembatan ini dari Ungaran, harus melalui wilayah Kecamatan Mranggen dan Karangawen, Kabupaten Demak hingga sampai di Jembatan Sunut.
Jembatan Sunut, merupakan satu-satunya akses yang digunakan warga Dusun Sapen dan Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang menuju wilayah Desa Jrangung, Karangawen maupun Mranggen, Kabupaten Demak. “Selain akses pendidikan, juga warga dua dusun banyak yang menjual hasil panen jagung dijual di Kabupaten Demak,” katanya. (ewb/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -