Outdoor Learning Tingkatkan Menulis Tembang Macapat

339
Oleh: Senirah SPd MM
Oleh: Senirah SPd MM

RADARSEMARANG.COM – Kreatifitas dan inovasi pembelajaran dari guru saat ini sangat dibutuhkan bagi siswa. Bukan merupakan sarat mutlak bahwa pembelajaran harus berlangsung di dalam kelas dan harus menggunakan model tertentu. Guna mengusir kejenuhan bagi siswa pada saat pembelajaran di kelas adalah tugas guru. Sehingga akan tercipta suasana proses belajar mengajar yang kondusif. Karena pembelajaran yang selama ini terjadi di dalam kelas, mengharuskan siswa duduk berjam-jam dari pagi pukul 07.00 hingga sampai dengan pukul 15.45 menyebabkan keboringan bagi siswa. Walaupun ada jeda tiga istirahat. Namun, sering terjadi siswa izin keluar saat pembelajaran karena mengalami titik kejenuhan di dalam pembelajaran indoor (dalam kelas). Apalagi siswa sekadar harus diam, duduk, mendengarkan ceramah guru dan mengerjakan soal mandiri.

Model pembelajaran dipilih tentu untuk pencapaian tujuan pembelajaran supaya tercapai. Maka sebelum guru mengajar sudah semestinya menganalisa terlebih dahulu karakteristik materi berikut dengan model, media maupun metode yang akan digunakan. Sudah barang tentu pula akan disesuaikan dengan karakteristik siswa dalam kelas tersebut. Karena masing-masing kelas mempunyai karakteristik yang berbeda bahkan tiap siswanya. Maka dari itu perlu kiranya analisa tajam dari guru sebelum menentukan media, metode, model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran untuk meminimalisir kejenuhan di dalam kelas adalah dengan menerapkan model pembelajaran outdoor learnning.

Outdoor learning dikenal juga dengan berbagai istilah lain seperti outdoor activities, outdoor study, pembelajaran lapangan atau pembelajaran luar kelas.Menurut Komarudin (dalam Husamah. 2013:19) menyatakan, outdoor learning merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan. Sedangkan Menurut Barlet (dalam Husamah. 2013:20) menyatakan, model pembelajaran pendidikan luar ruang adalah suatu pembelajaran yang dilakukan di luar ruang atau luar kelas.

Jadi, outdoor learning merupakan suatu kegiatan di luar kelas yang menjadikan pembelajaran di luar kelas menarik dan menyenangkan, bisa dilakukan dimanapun dengan menekankan pada proses belajar berdasarkan fakta nyata, yang materi pembelajarannya secara langsung dialami melalui kegiatan pembelajaran secara langsung dengan harapan siswa dapat lebih membangun makna atau kesan dalam memori atau ingatanya.

Model pembelajaran outdoor learning ini tepat kiranya digunakan oleh guru bahasa Jawa yang mengampu kelas XI pada tingkat SMA dalam menyampaikan materi tembang macapat pupuh Gambuh.. Tuntutan Kompetensi Inti 4 “Menanggapi isi Serat Wedhatamapupuh Gambuh dan menulis syair tembang Gambuh dengan bahasa sendiri, serta menyajikannya secara lisan/tulis” sangat berat bagi siswa SMA. Oleh karenanya guru mengupayakan proses pembelajaran dilakukan diluar ruangan. Supaya siswa lebih dekat dengan alam langsung  pada lingkungan sekolah. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai kegiatan pembelajaran akan terasa lebih relax, tidak tegang dan cukup mengusir kejenuhan didalam kelas.

Inspirasi dalam merangkai kata setiap baris/ larik ini siswa bisa dapatkan dari apa yang mereka lihat, rasakan maupun fungsi dari apa yang mereka ketahui. Dengan terbantunya benda-benda disekitar mereka akan membantu dalam menentukan kosa kata dalam penulisan syair tembang macapat. Adapun sintak dalam model pembelajaran outdoor learning ini adalah siswa melakukan pembelajaran didalam kelas terlebih dahulu. Guru bersama-sama siswa menembangkan tembang macapat pupuh Gambuh, kemudian mengulas pilihan kata. Tidak lupa juga siswa bersama-sama menganalisis guru gatra, guru wilangan dan guru lagunya. Setelah siswa memahami tentang hal-hal pokok tentang tembang Gambuh. Siswa dibagi 6 kelompok, kurang lebih 6 siswa perkelompok. Setiap kelompok akan mencari tempat sesuai keinginannya pada lingkungan sekolah. Misalnya satu kelompok berada di daerah masjid, berada didekat lapangan olah raga, dibawah pohon atau mengamati pegunungan yang nampak dari lingkungan sekolah. Setelah perkelompok berhasil menuliskan satu bait, maka akan kembali ke kelas untuk dianalisa kelompok lain serta menembangkan hasil tembang Gambuh. Dalam mengerjakan tugas kelompok di luar ruangan tentu tak lepas dari bimbingan dan pantauan guru mata pelajaran. Semoga  pemilihan outdoor learning ini akan menjadikan referensi dalam menentukan model dalam pembelajaran materi menulis syair tembang Gambuh. (*/zal)

Guru SMA Negeri 1 Boja Kendal