CEK ROB : Petahana Ganjar Pranowo ketika mengecek kondisi rob di depan Kantor Polsek Genuk, Semarang. (istimewa)
CEK ROB : Petahana Ganjar Pranowo ketika mengecek kondisi rob di depan Kantor Polsek Genuk, Semarang. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Di masa kampanye, petahana Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo justru memperhatikan mengenai penangangan banjir dan rob di sejumlah daerah di provinsi ini. Termasuk persoalan rob yang masih membayangi Kaligawe Semarang.

Menurut Ganjar, rob yang kerap menggenangi jalan raya Kaligawe sudah mengganggu laju perekonomian. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur utama simpang siur kendaraan pengangkut. Terutama yang dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta kawasan Industri Kaligawe dan Terboyo.

Selain itu, masyarakat setempat juga kerap mengeluhkan rob yang terjadi setiap tahun. “Meskipun saya sedang cuti tapi aduan tetap ke saya. Maka kemarin itu saya ngomong ke Kementerian PUPR dan direspon cepat dengan mengirim lima pompa berkapasitas besar sebagai solusi jangka pendek,” jelasnya, kemarin.

Pria berambut putih ini mengaku, ketika meninjau lokasi rob, beberapa waktu lalu, sudah ada lima pompa air yang dikerahkan untuk mempercepat penyurutan genangan air. Ada juga empat pompa lain yang masih dalam tahap pemasangan di hilir Sringin, dam Sringin, Kali Babon, Terminal Terboyo, dan sekitar Polsek Genuk.. Pompa yang dipasang tersebut berkapasitas 160 liter per detik dan 250 liter per detik.

Sementara untuk solusi jangka menengah, lanjutnya, pada 6 Maret akan difungsikan dua kolam retensi dan optimalisasi tanggul sepanjang dua kilometer. “Jika semua perangkat sudah bekerja, mulai dari tanggul, pompa, dan kolam retensi, Insya Allah akan kering. Makanya kita berdoa agar selama proses pemasangan tidak hujan lagi,” jelasnya.

Dikatakan, penanganan banjir dan rob ini harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah pusat, pemprov, pemkot. Termasuk Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. “Semua sedang kerja ini untuk mengatasi banjir, kita butuh tindakan cepat. Harus ngebut karena sudah cukup lama persoalan berlarut-larut. Termasuk juga untuk pengerjaan jalan bolong,” tegasnya. (amh/ric)