Bupati Ngajar, Siswa Dapat Duit

335
SERU – Para siswa cukup serius menyimak pertanyaan yang diberikan oleh Bupati Batang Wihaji, karena jika benar menjawab akan dapat hadiah lumayan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SERU – Para siswa cukup serius menyimak pertanyaan yang diberikan oleh Bupati Batang Wihaji, karena jika benar menjawab akan dapat hadiah lumayan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Bawang Kecamatan Blado Kabupaten Batang, Bupati Wihaji menyempatkan diri untuk mengajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri Bawang. Dua kelas, yang dimasuki bupati asal Golkar ini, yaitu kelas 3 dan 4,Kamis (1/2).

Kegiatan spontan seperti ini, sering dilakukan bupati tatkala melakukan kunjungan kerja ke daerah daerah pelosok. Tujuannya untuk memotivasi para siswa, agar lebih semangat belajar.

Di jelas 3, yang berlangsung pelajaran matematika, Wihaji langsung ambil peran sebagai guru. Dengan berbekal buku diktat materi dari guru, dia mulai memberikan beberapa pertanyaan tentang matematika.

Kebetulan saat itu, di kelas hanya ada separuh dari seluruh siswa. Karena  sebagian ada yang mengikuti kegiatan di luar sekolah. Pertanyaan pertama yang diberikan  tentang jumlah hari, dengan logika penjumlahan. Salah satu siswi berani maju kedepan kelas menjawab tantangan bupati.

Afiah, siswi putri dari pasangan Muji dan Danonah ini, dengan cekatan langsung maju ke papan tulis, dengan tangan dan dibantu catatan kecil menjawab dengan cermat pertanyaan dan benar.

Siswi ranking 2 di kelas ini, mengaku sebenarnya lebih senang pelajaran IPA dibandingkan matematika, namun tetap bisa.

“Saya kalau besar ingin jadi guru,” ucapnya lucu sambil menggenggam uang hadiah dari bupati.

Dilanjutkan soal cerita, tentang logika hitungan jam dan menit. Namun siswi bernama Pinkan gagal menjawab, sehingga cuma dapat hadiah separuh dari bupati.

Juara kelas Putri Ningsih Arum ditantang bupati menjawab sebuah soal, tentang  logika umur. Dan karena memang siswi cerdas,  dia dengan mudah berhasil menjawab, uang Rp50 ribu sukses dikantonginya.

Pindah ke kelas 4, bupati ganti mengajar IPA sayangnya beberapa pertanyaan gagal dijawab. Namun 3 dari 5 siswa yang dapat pertanyaan dari bupati dapat hadiah, karena jawaban tepat dan dibenarkan oleh guru kelas yang mengajar.

“Kegiatan mengajar seperti ini, di luar acara protokoler. Saya spontan saja ingin mengajar. Tadinya ingin ngajar juga di SMPN Blado, tapi karena sekolah sudah hampir selesai sehingga kami urungkan,” tutup bupati. (han/lis)