INOVATIF: Pelatihan pembuatan nugget dari buah durian yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Delik, Tuntang. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Pelatihan pembuatan nugget dari buah durian yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Delik, Tuntang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, TUNTANG – Potensi buah durian yang melimpah di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang belum diolah dengan maksimal oleh warga. Selama ini, durian hanya dijual utuh tanpa inovasi. Karena itu, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengenalkan kepada warga setempat mengolah buah durian menjadi produk nugget.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi bertema “Penyuluhan BKR (Bina Keluarga Remaja) dan Pengembangan Potensi Lokal” ini digelar di Balai Desa Delik, Sabtu (24/2) lalu. Penyuluhan menghadirkan narasumber Agus Setiawan SPd MPd, dosen UPGRIS, dan Budi Prasetyawan, wirausahawan dan penyalur izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Delik, Ardi Gunawan Putra, menjelaskan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk memajukan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.

“Kegiatan ini selaras dengan tema KKN UPGRIS, yakni pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital menuju desa/kelurahan mandiri,” kata Ardi dalam acara yang dihadiri para perangkat Desa Delik, wirausahawan, remaja karang taruna, serta ibu-ibu PKK dari sembilan dusun setempat.

Agus Setiawan dalam paparannya mengatakan, minimnya kesadaran pengguna gawai di era modernisasi ini menjadikan remaja dan pola asuh orangtua menjadi teralihkan. “Besarnya angka kenakalan remaja berpengaruh pada tingkat kelahiran dini” tutur Agus Setiawan.

Menurut Agus, tingkat kenakalan remaja dapat dikurangi dengan berlatih wirausaha melalui pemanfaatan sumber daya alam di desa. Khusus di Desa Delik, kata dia, memiliki potensi buah durian yang melimpah. “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan para mahasiswa KKN di sini yang memiliki inovasi menjadikan buah durian menjadi nugget,”katanya. Inovasi nugget dari buah durian yang diberi nama King Nugget ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Delik, Marsono. “Olahan kreasi nugget durian dari adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS ini ke depan bisa menjadi potensi unggulan Desa Delik,” ujarnya. (bis/aro)