Selalu Dihantui Arwah Fitri

7174
Fitri Anggraeni (DOKUMEN PRIBADI)
Fitri Anggraeni (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – KASUS pembunuhan sadis ini terungkap bermula ketika Didik Ponco melakukan kejahatan pembegalan terhadap korban Kasiyati, 27, warga Desa Ngabean RT 1 RW 6, Kecamatan Boja, Kendal.  Saat itu, Ponco merampas motor korban,  Honda Beat bernopol H-6985-AMD. Tersangka memukul korban dari belakang di kawasan kebun tebu. Begitu korban terjatuh, tersangka membawa kabur motor korban.

Namun korban tak menyerah begitu saja. Ia sempat melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong. Mendengar terikan itu, warga berdatangan dan langsung mengejar tersangka. Ponco pun tertangkap di rumahnya  Desa Puguh, Kecamatan Boja.

Nah, saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Kendal, tersangka justru mengaku sebelumnya telah melakukan pembunuhan terhadap pemandu karaoke,  Fitri Anggraeni, 25.

“Saat dikorek oleh penyidik, Tersangka justru mengaku telah melakukan pembunuhan kepada perempuan di mana jasadnya dicor di dalam kamar mandi rumahnya,” kata Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar.

Dari pengakuan itu, penyidik melakukan penggeledahan dan mengecek lokasi kejadian. Saat itu, polisi menemukan bak mandi yang cornya masih agak basah dan tampak baru. “Lalu kami bongkar, dan hasilnya kami temukan jasad Fitri tanpa mengenakan pakaian,” paparnya.

Didik mengatakan, dirinya terpaksa mengaku melakukan pembunuhan lantaran sudah tidak tahan lagi. Ia ketakutan,  karena selalu dihantui arwah Fitri kemana pun dirinya pergi. “Selalu mengikuti saya. Dia juga mau mencekik leher saya setiap malam tiba,” akunya.

Karena itulah, Ponco kemudian berterus terang kepada penyidik. Ia ingin jenazah Fitri dikuburkan secara layak sesuai agamanya. Harapannya, arwah janda dua anak itu tidak lagi mengganggunya.

“Sampai sekarang arwah Fitri masih sering mendatanginya  saya di sel tahanan polres. Bahkan tadi malam (kemarin, Red) dia datang dan mau mencekik leher saya. Saya sampai teriak-teriak dan diselamatkan petugas jaga sel tahanan,” katanya.

Didik mengaku telah menyesali perbuatannya. Ia berdalih pembunuhan itu dilakukan lantaran khilaf dan emosi. “Saya sudah mengaku bersalah, tapi sampai sekarang saya masih terus dihantui arwah Fitri,” akunya. (bud/aro)