Penertiban Atribut Kampanye Diprotes

355
DIPROTES : APK di seluruh Kabupaten Magelang dibersihkan oleh Panwaslu dan Satpol PP, Rabu (28/2). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DIPROTES : APK di seluruh Kabupaten Magelang dibersihkan oleh Panwaslu dan Satpol PP, Rabu (28/2). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Aksi penertiban spanduk dan baliho alat peraga kampanye (APK) oleh tim gabungan Panwaslu Kabupaten Magelang dan Satpol PP menuai protes. Penurunan dilakukan hingga ke desa-desa. Parpol menilai ada APK yang sesuai aturan ikut dicopoti.

“Kami menyesalkan sikap Panwaslu Kabupaten Magelang yang hari ini melakukan razia hampir sejumlah baliho dan spanduk-spanduk hingga ke desa-desa di Kabupaten Magelang. Saya rasa terlalu berlebihan, Karena spanduk-spanduk dari calon manapun itu justru membantu sosialisasi Pilkada,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Grengseng Pamudji, Rabu (28/2).

Menurutnya, penertiban yang dilakukan oleh Panwaslu berlebihan. Mengingat aksi serupa tidak dilakukan di daerah lain. “Konsep Pilkada serentak maka aturan mesti berlaku sama di seluruh Indonesia, tidak satu daerah show of force,” paparnya.

Justru, kata dia, hal ini mengkhawatirkan bahwa kebijakan itu justru dilakukan karena ada tekanan. “Hal-hal seperti ini saya nilai tidak terlalu prinsipil dan signifikan terkait pelanggaran yang harus ditertibkan. Ini pesta demokrasi dan memang seharusnya seperti ini. Semua masyarakat terlibat,” papar dia.

Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Magelang Suprapto berharap Panwaslu dan Satpol PP melakukan langkah yang lebih bijak. “Jangan sampai justru menciderai independesi penyelenggara pemilu,” katanya.

Suprapto melihat aksi ini hanya terjadi di Kabupaten Magelang. Di daerah-daerah lain, spanduk dan baliho paslon tetap berdiri sepanjang tidak melanggar aturan.

Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofikun mengatakan, pihaknya membentuk tiga tim untuk menertibkan APK di Kabupaten Magelang. Setiap tim akan diperkuat empat personel Satpol PP, kemudian anggota Polri, Panwascam dan Panwasdes. Mereka menyisir mulai wilayah perbatasan Magelang-Yogyakarta, Magelang-Purworejo-Temanggung hingga Magelang-Kabupaten Semarang.

“Tim ini akan membersihkan APK di 21 kecamatan. Berdasar data kami, ada 210 APK dan baliho program pemerintah bergambar paslon. Sebagian sudah diturunkan namun masih banyak yang belum diturunkan,” kata Fauzan. (vie/ton)