RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang, Mundjirin meminta Kades  mempersiapkan balai desa untuk mengantisipasi jika terjadi bencana. Hal itu dikatakannya oleh usai penyerahan bantuan sosial kepada sembilan warga korban bencana alam di ruang rapat Bupati Semarang, Rabu (28/2).

Persiapan tersebut khususnya untuk wilayah yang rawan terjadi bencana. “Jika perlu, siapkan balai desa untuk menampung warga yang diungsikan dari tempat tinggalnya yang rawan bencana,” kata Mundjirin.

Dikatakan Mundjirin, para kades juga harus berkoordinasi dengan Camat jika terjadi bencana alam. Sehingga dapat langsung dilakukan penanganan awal sebelum ada tindak lanjutnya oleh BPBD atau instansi terkait lainnya. “Sampaikan kepada warga setempat untuk mewaspadai gejala alam yang ganjil seperti air sumur yang keruh atau adanya rembesan air yang keluar dari tanah,” ujarnya.

Apabila mengetahui adanya bencana, warga juga diminta untuk segera melaporkan hal itu ke perangkat desa masing-masing.

Sementara itu, Kepala BPBD Heru Subroto yang ditemui usai acara mengatakan sampai dengan bulan Februari ini telah terjadi lebih dari 121 peristiwa bencana di beberapa kecamatan.

Diantaranya tanah longsor, angin puting beliung dan kebakaran. “Kita siapkan empat posko di Kecamatan Getasan, Banyubiru, Sumowono dan di markas BPBD di Ungaran untuk tanggap darurat bencana alam maupun kebakaran,” ujar Heru.

Saat ini, lanjutnya, telah terdata 38 korban yang akan mendapat bantuan sosial dari APBD Kabupaten Semarang. Besaran bantuan bervariasi antara Rp 3 juta sampai Rp 10 juta tergantung tingkat kerusakan dan kerugian yang diderita warga.

“Kami menganggarkan dana bantuan sosial bencana alam itu sebesar Rp 780 juta dan saat ini telah terserap sekitar Rp 200 juta. Jika diperlukan, pihaknya siap menganggarkan tambahan bantan di APBD perubahan. (ewb/bas)