Generasi Micin Butuh Makanan Sehat

454
MAKANAN BERGIZI : Aksi teatrikal yang digelar siswa SMK Citra Medika Kota Magelang untuk memperingati Hari Gizi Nasional di Alun-Alun Magelang, Rabu (28/2). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
MAKANAN BERGIZI : Aksi teatrikal yang digelar siswa SMK Citra Medika Kota Magelang untuk memperingati Hari Gizi Nasional di Alun-Alun Magelang, Rabu (28/2). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan siswa SMK Citra Medika Kota Magelang memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) di Alun-alun Kota Magelang dengan aksi teatrikal dan orasi, Rabu (28/2). Setelah itu, mereka membagikan puluhan sayuran dan susu kedelai gratis ke pengguna jalan di sekitar kawasan ini.

Kegiatan diawali dengan mengarak satu gunungan sayur menuju Alun-alun. Kemudian, beberapa siswa menampilkan teatrikal menggambarkan masyarakat miskin yang kesulitan makan, karena terhimpit ekonomi. Di sisi lain, diangkat juga masyarakat yang mampu dan bisa makan apa saja, namun lupa mengontrol gizinya hingga akhirnya obesitas.

Seorang siswa kelas X Keperawatan 3, Nala Sasmita Sari menjelaskan, apa yang dilakukan bersama temannya ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan-makanan sehat dan memenuhi gizi seimbang tanpa harus merogoh kocek dalam. Ia menyarankan untuk mengonsumsi sayuran dan susu kedelai.

“Susu kedelai memang harganya relatif murah, tapi menyehatkan. Ini alternatif lain, karena tidak harus mengkonsumsi susu kalengan yang harganya lebih mahal,” tuturnya.

Menurut Nala, peringatan HGN ini juga sarat pesan pentingnya mengkonsumi makanan-makanan yang sehat. Istilah “Generasi Micin” pun dipakai Nala untuk mengungkapkan, bahwa saat ini banyak makanan enak, namun meracuni kesehatan karena mengandung bahan-bahan bahaya.

“Penggunaan micin harus dikurangi atau tidak perlu sama sekali, karena sudah cukup menggunakan garam saja,” tambahnya.

Sementara itu, Akhmada Khasby, salah satu guru, merasa prihatin terhadap korban gizi buruk di Asmat Papua. Menurutnya, kasus itu mengungkapkan fakta bahwa belum semua masyarakat di Indonesia bisa menikmati makanan bergizi. “Salah satu faktornya, karena kemiskinan yang berakibat menurunkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Bahkan di sini, ia menyinggung jajanan anak sekolah yang mengandung pengawet makanan dan perwarna makanan yang kurang aman. “Padahal kelak, anak-anak ini akan jadi pemimpin. Jangan sampai mereka menjadi generasi robot yang dijejal makanan nggak bergizi. Jangan sampai juga menjadi generasi micin. Kita harus menyelamatkan mereka dengan memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang,” tuturnya.

Granika, 35, warga Magelang Utara yang sedang melintas mengapresiasi diadakannya kegiatan ini. Dirinya pun jadi ingat bahaya mengonsumsi makanan siap saji. (put/ton)