Ganjar Ikut Operasi Pencarian Korban Longsor

235
PAKAI SEPATU BOOT: Ganjar Pranowo harus memakai sepatu boot saat ikut membantu relawan dan Tim SAR di lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. (TIM GANJAR FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAKAI SEPATU BOOT: Ganjar Pranowo harus memakai sepatu boot saat ikut membantu relawan dan Tim SAR di lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. (TIM GANJAR FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Gubernur Jateng nonaktif, Ganjar Pranowo nekat turun langsung ke lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Rabu (28/2) kemarin. Ganjar yang mengenakan sepatu boot pun tampak kesulitan ketika berjalan karena lengket dengan lumpur.

Saat di lokasi bencana ratusan petugas dan relawan masih mencari korban yang hilang. Sejauh ini operasi pencarian menemukan 10 korban dalam kondisi meninggal dan masih ada 7 nama yang dilaporkan hilang. “Hari ini terakhir operasi pencarian sampai nanti pukul 12.00. Saya dengar antara tim dan keluarga korban sudah sepakat, keluarga sudah ikhlas,” jelasnya.

Kepala Desa Pasir Panjang, Riswanto mengatakan, dampak longsor juga mengakibatkan 30 rumah rusak. Di antaranya ada tiga rumah yang rusak berat, bahkan hampir rata dengan tanah.

“Material lumpur dari bukit itu turun menerjang kampung Cikarae, lumpur masuk rumah setinggi dada. Saat ini warga sedang kerja bakti membersihkan lumpurnya,” katanya.

Dampak lain adalah sulitnya air bersih karena pipa-pipa air warga rusak. Kepada Ganjar, warga meminta diusahakan pompa air dan pipa paralon. “Permintaan warga sudah saya teruskan ke BPBD dan segera dikirim. Satu lagi, gergaji mesin ini sangat penting karena banyak batang pohon utuh terbawa lumpur ke perkampungan,” kata Calon Gubernur (Cagub) Jateng nomor satu itu.

Sedangkan soal logistik makanan sampai saat ini menurut laporan Riswanto sudah cukup. Bantuan datang dari berbagai penjuru, baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkab Brebes, maupun organisasi pemuda, perusahaan swasta dan partai politik.

Ganjar yang didampingi isterinya, Siti Atikoh, mampir ke rumah Haryanto, 65, salah satu korban yang belum ditemukan. Istri Haryanto, Turmini, 55, menceritakan ketika longsor terjadi, suaminya sedang di sawah. “Biasa mencangkul di sawah mulai pukul 07.00, belum ada kabarnya sampai sekarang,” kata Turmini.

Selain itu, bertemu dengan Kartoyo, 69, yang sempat tertimbun lumpur. Kakek berjenggot itu berhasil selamat setelah ditolong tetangganya. “Ada dua menit saya tertutup lumpur seluruh badan tertimpa pisang dan kelapa juga,” ceritanya.

Gerakan tanah longsor melanda kawasan hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, terjadi pada Kamis (22/2), sekitar pukul 08.00.

Ganjar telah meminta BPBD Jateng berkoordinasi dengan Perhutani untuk pemasangan early warning system. “Seluruh bukit milik Perhutani dicek. Jika ada potensi kerawanan, harus dipasang early warning system. Alatnya sudah ada, tinggal dipasang,” tuturnya. (amh/ida)

Silakan beri komentar.