33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Ganjar Ikut Operasi Pencarian Korban Longsor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Gubernur Jateng nonaktif, Ganjar Pranowo nekat turun langsung ke lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Rabu (28/2) kemarin. Ganjar yang mengenakan sepatu boot pun tampak kesulitan ketika berjalan karena lengket dengan lumpur.
Saat di lokasi bencana ratusan petugas dan relawan masih mencari korban yang hilang. Sejauh ini operasi pencarian menemukan 10 korban dalam kondisi meninggal dan masih ada 7 nama yang dilaporkan hilang. “Hari ini terakhir operasi pencarian sampai nanti pukul 12.00. Saya dengar antara tim dan keluarga korban sudah sepakat, keluarga sudah ikhlas,” jelasnya.
Kepala Desa Pasir Panjang, Riswanto mengatakan, dampak longsor juga mengakibatkan 30 rumah rusak. Di antaranya ada tiga rumah yang rusak berat, bahkan hampir rata dengan tanah.
“Material lumpur dari bukit itu turun menerjang kampung Cikarae, lumpur masuk rumah setinggi dada. Saat ini warga sedang kerja bakti membersihkan lumpurnya,” katanya.
Dampak lain adalah sulitnya air bersih karena pipa-pipa air warga rusak. Kepada Ganjar, warga meminta diusahakan pompa air dan pipa paralon. “Permintaan warga sudah saya teruskan ke BPBD dan segera dikirim. Satu lagi, gergaji mesin ini sangat penting karena banyak batang pohon utuh terbawa lumpur ke perkampungan,” kata Calon Gubernur (Cagub) Jateng nomor satu itu.
Sedangkan soal logistik makanan sampai saat ini menurut laporan Riswanto sudah cukup. Bantuan datang dari berbagai penjuru, baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkab Brebes, maupun organisasi pemuda, perusahaan swasta dan partai politik.
Ganjar yang didampingi isterinya, Siti Atikoh, mampir ke rumah Haryanto, 65, salah satu korban yang belum ditemukan. Istri Haryanto, Turmini, 55, menceritakan ketika longsor terjadi, suaminya sedang di sawah. “Biasa mencangkul di sawah mulai pukul 07.00, belum ada kabarnya sampai sekarang,” kata Turmini.
Selain itu, bertemu dengan Kartoyo, 69, yang sempat tertimbun lumpur. Kakek berjenggot itu berhasil selamat setelah ditolong tetangganya. “Ada dua menit saya tertutup lumpur seluruh badan tertimpa pisang dan kelapa juga,” ceritanya.
Gerakan tanah longsor melanda kawasan hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, terjadi pada Kamis (22/2), sekitar pukul 08.00.
Ganjar telah meminta BPBD Jateng berkoordinasi dengan Perhutani untuk pemasangan early warning system. “Seluruh bukit milik Perhutani dicek. Jika ada potensi kerawanan, harus dipasang early warning system. Alatnya sudah ada, tinggal dipasang,” tuturnya. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sisakan Empat Pemain Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kekalahan 1-0 atas Arema FC dalam laga uji coba di Stadion Moch Soebroto Magelang (7/1) membuat head coach PSIS, Subangkit langsung...

Jadikan Cukilan Sentra Durian

RADARSEMARANG.COM, SURUH - Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, ingin mendongkrak perekonomian warga melalui komoditas buah durian. Di desa ini, terdapat satu dusun yang memiliki hasil...

Minta Tarif Tol Diturunkan

UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang mengritik besaran tarif tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga yang dinilai terlalu mahal. Anggota DPRD Kabupaten...

Warga Bertahan di Pengungsian

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO—Warga di lingkungan RT 03 RW 01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, masih waswas dengan pergerakan tanah. Hingga saat ini, mereka masih...

Parkir di Alun-alun, Mobil akan Diderek

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota mengancam akan menderek mobil yang melanggar aturan parkir pada malam pergantian tahun 2018. Saat pelaksanaan Car...

Hotel akan Dipasangi Pencatat Transaksi

MAGELANG - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang berencana memasang alat perekam transaksi atau tapping box di hotel dan restoran. Namun...