Didik Terancam Hukuman Mati

Pelaku Pembunuhan, Korban Dicor Beton

4242
Didik Ponco (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Didik Ponco (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Tersangka tunggal kasus  pembunuhan terhadap pemandu karaoke,  Fitri Anggraeni, 25, yang mayatnya dicor beton, Didik Ponco, 28, terancam hukuman mati. Selain itu, pembunuh berdarah dingin warga Puguh, Kecamatan Boja, Kendal ini ternyata memiliki rekam jejak kejahatan yang mencengangkan. Bahkan, residivis kambuhan ini sudah dua kali mendekam di penjara lantaran terlibat kasus pencurian dan penggelapan sepeda motor.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, mengatakan, untuk kasus pembunuhan Fitri Anggraeni, tersangka akan dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 339 KUHP tentang pembunuhan disertai pidana lain, serta pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

“Ancaman pidananya untuk pembunuhan berencana adalah hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana 20 tahun penjara. Sebab, saat ini, dari alat bukti yang ada, penyidik melihat pembunuhan yang dilakukan tersangka Didik ini sudah direncanakan,”  jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela gelar perkara, Rabu (28/2).

Selain kasus pembunuhan, dalam waktu bersamaan Didik juga tersangkut kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor. Oleh Penyidik Satreskrim Polres Kendal ia dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan dengan kekerasan. “Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara,” katanya.

Selain dua kasus itu, pelaku pengecoran terhadap jasad Fitri Anggraeni ini juga seorang residivis.

Aris mengungkapkan, jika Didik pernah dipenjara dua kali. Pertama, akibat kasus perampasan sepeda motor, ia dihukum 4 tahun penjara. Kedua, karena kasus penggelapan sepeda motor, hingga Didik diganjar hukuman 1 tahun 3 bulan.

Dari rekam jejak kejahatan tersebut, penyidik menilai Didik adalah penjahat profesional. Sudah berkali-kali masuk penjara, tetapi masih nekat melakukan kejahatan. Didik sendiri sempat dihadiahi timah panas pada betis kakinya lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap.

“Tersangka saat kami keler untuk menunjukkan barang bukti kejahatannnya, mencoba melarikan diri. Akhirnya, petugas kami memberikan tembakan pada kakinya,” ujarnya.

Sejauh ini, barang bukti yang sudah dikantongi penyidik, di antaranya kaos dan celana tersangka, serta celana dalam dan BH yang dipakai korban. Selain itu, juga peralatan yang digunakan untuk mengecor mayat korban, seperti ember, cangkul, cetok semen, skop pasir dan sisa semen. “Bukti lainnya adalah keterangan saksi-saksi, yakni keluarga tersangka maupun keluarga korban dan keterangan tersangka,” tandasnya.

Kesal Dibilang Mokondo

Tersangka Didik mengaku, sebelum membunuh, ia sempat berhubungan intim sekali dengan korban. Ia sudah menjalin hubungan asmara dengan korban selama 4 bulan tanpa sepengetahuan istrinya, Lestari, yang notabene teman Fitri.

Ia mengaku nekat membunuh Fitri lantaran kesal. Sebab, saat dirinya minta uang, Fitri mengeluarkan kata-kata yang menurutnya menyakiti perasaannya. “Fitri bilang saya lelaki nggak modal, cuma mokondo alias modal (maaf) kelamin doang,”  tuturnya.

Mendengar kata-kata itu, ia sebagai laki-laki merasa tidak pernah dihargai. Akhirnya, ia menindih korban dan mencekik lehernya. Saat itu, korban Fitri sempat melakukan perlawanan. Karena sudah gelap mata, Didik kemudian mengambil selendang, lalu menjerat leher korban. “Setelah tewas, saya panik. Karena takut ketahuan istri maupun tetangga, akhirnya saya masukkan tubuhnya ke dalam bak kamar mandi, kemudian mengecornya sebanyak dua lapis,” ceritanya.

Ia mengecor pertama usai membunuh korban. Mayat Fitri dikubur menggunakan pasir kemudian ditutup menggunakan cor. Selang dua hari setelah pembunuhan, ia kembali tambahkan cor semen, karena mulai menebarkan bau tak sedap di rumahnya.

Diakui, istrinya, Lestari, sempat bertanya  kenapa bak kamar mandi dicor? Ia pun beralasan lantaran kamar mandi bocor pada bagian septic tank sehingga menimbulkan bau. Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga. Selang sepekan, kasus pembunuhan ini pun terungkap berkat pengakuan tersangka sendiri, setelah ia ditangkap melakukan aksi perampasan sepeda motor. (bud/aro)