TERSANGKUT: Petugas SAR BPBD Kendal saat melakukan evakuasi mayat Rasman warga Sendangdawuhan yang tewas tersengat listrik, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERSANGKUT: Petugas SAR BPBD Kendal saat melakukan evakuasi mayat Rasman warga Sendangdawuhan yang tewas tersengat listrik, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Nahas nasib dialami Rasman, 59, warga Desa Sendangdawuhan Kendal. Ia meregangkan nyawa setelah tersengat arus listrik saat mencari dedaunan untuk pakan ternaknya.

Kejadian bermula saat Rusman hendak mencari dedaunan untuk pakan ternak kambing miliknya di Belakang Pasar Rowosari. Saat itu, ia melihat pohon nangka yang daunnya rimbun. Lalu Rasman mengayuh satu persatu ranting daun nangka dengan cara memanjatnya.

Namun, Rasman tak melihat ada kabel listrik bertegangan tinggi yang menggelayut dari pal listrik di dekatnya. Tanpa sengaja tangannya mengenai kabel tersebut, ia pun langsung terpental dan jatuh ke bawah dan Rasman meninggal seketika.

Tubuh Rasman bukannya langsung jatuh ke tanah, tapi langsung tersangkut cabang dan ranting pohon. Warga akhirnya memanggil Badan SAR dari BPBD Kendal untuk mengevakuasi tubuh korban di atas pohon.

Banyaknya ranting pohon mengakibatkan sulitnya proses evakuasi. Mayat Rasman baru berhasil dievakuasi setelah petugas BPBD berjibaku selama satu jam di atas pohon. Mayat korban diturunkan menggunakan tali dan langsung dibawa ke Puskesmas Rowosari setempat untuk dilakukan visum.

“Awalnya, korban membabat ranting pohon menggunakan sabit. Rencananya, ranting daun itu akan digunakan pakan ternak. Begitu tersengat listrik, dalam hitungan detik langsung terpental,” kata Rohman, warga sekitar yang melihat kejadian.

Rohman mengaku jika ia sudah memperingatkan korban untuk berhati-hati. “Saya bilang hati-hati, karena di atasnya ada kabel listrik. Tapi korban tidak mengindahkan, masih terus memangkas ranting daun nangka,” tuturnya.

Beberapa saat, ia tinggalkan korban sebentar. Lalu ia mendengar korban berteriak. Saksi langsung lari mendekati pohon yang dipanjat korban. “Dari kejauhan saya lihat korban sudah terjatuh. Tubuhnya tersangkut cabang pohon. Saya kira cuma pingsan. Ternyata setelah dicek korban sudah meninggal,” akunya.

Kepala Desa Sendangdawuhan, Bambang Utoro mengatakan jika korban memang kesehariannya mencari dedaunan untuk pakan ternaknya. “Kesehariannya memang selalu keliling di sekitar Desa Rowosari untuk pakan ternak,” katanya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Rowosari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Usai dilakukan visum, korban lansung disemayamkan di rumah duka. Istri dan sanak famili yang melihat langsung menangis histeris. (bud/ida)