33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Puluhan Peraga Alat Kampanye Dicopot

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 52 alat peraga kampanye (APK) yang melanggar ketentuan dicopot Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang bersama Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu). APK yang ditertibkan berupa banner spanduk yang menampilkan dua kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah dalam Pilgub 2018 nanti.

“Dari keputusan Panwaslu Kota Magelang, APK yang kami tertibkan telah menyalahi aturan, sehingga harus diturunkan. Kami sebagai eksekutor di lapangan menurunkan semua APK yang menyalahi aturan. Jumlah APK yang ditertibkan cukup banyak mencapai 52 buah, termasuk di antaranya bendera partai,” jelas Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana, Selasa (27/2).

Kasi Pengendalian Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Magelang Purwadi menambahkan, sekitar 72 personel Satpol PP dan anggota Panwaslu Kota Magelang dibagi dalam dua tim yang menyisir wilayah utara dan selatan. APK yang ditertibkan berisi gambar dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng beserta foto anggota DPRD Kota Magelang dari partai pengusung.  “Dari penyisiran, diketahui banyak APK yang terpasang sembarangan, seperti terikat di pohon, tiang listrik dan telepon, dan melintang di atas jalan. Bahkan, pemasangan APK ini tidak memiliki izin dari dinas terkait,” papar Purwadi.

Ketua Panwaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu menyatakan,  penertiban APK dilakukan karena dinilai telah melanggar ketentuan. “Ternyata masih banyak yang belum memahami ketentuan pemasangan APK,” katanya.

Terpisah, meski masa kampanye Pilbup Temanggung 2018 telah dimulai sejak 15 Februari lalu, ternyata tidak berimbas pada pengusaha percetakan yang biasa membuat alat peraga kampanye. Pemilik Percetakan Mahendra Citra Media Temanggung Lilik Urip Mugi Hartati mengatakan, memang ada pesanan berupa umbul-umbul, namun jumlahnya sedikit. Umbul-umbul tersebut digunakan saat deklarasi kampanye damai salah satu pasangan calon.

Berdasarkan informasi yang didapatkanya, para calon banyak memesan APK di luar Temanggung, seperti Jogjakarta. Beda dengan Pilbup 5 tahun lalu, hampir semua paslon memesan APK di tempatnya. “Soal harga, paling hanya selisih sedikit dengan pesan di Jogja, untuk kualitasnya kita juga tidak mau kalah,” ungkapnya.

Sepinya order menjelang Pilbup juga dialami oleh pemilik usaha konveksi Eko Saputro. Ia belum mendapatkan order mencetak kaos bergambar pasangan calon. Padahal biasanya saat menjelang Pilkada atau Pileg, pesanan kaos sudah masuk menjelang masa kampanye. (cr3/san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Hari Ibu, BMI Bagi-bagi Jilbab

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mbah Yulian, 70, kaget ketika didatangi sejumlah anak muda berbaju merah. Namun rasa terkejut penjual pisang di Pasar Kapling, Kedungmundu tersebut...

Musthofa Konsolidasi ke DPC PDIP di Jateng 

TEGAL- Sebagai bentuk keseriusan serta menghargai struktural partai sampai tingkat bawah, H Musthofa mulai melakukan konsolidasi serta sosialisasi ke DPC PDI Perjuangan di Jawa...

Bisnis Butuh Inovasi dan Pembeda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, berbagi ilmu bisnis kepada sejumlah siswa SMA/SMK di Indonesia, serta mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro...

Elpiji 3 Kg Langka

SALATIGA -Dalam beberapa hari ini, masyarakat Salatiga kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Warga terpaksa antre untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Bahkan tidak...

Kembangkan Bisnis Aksesori

RAGAM aksesoris sebagai pemanis tampilan makin berkembang. Sentuhan kreativitas menjadikannya makin diminati. Hal ini ditangkap oleh Trianti Indah Hastuti sebagai salah satu peluang bisnis. ”Kami...

2015, Srintil Terbaik Muncul di Legoksari

Berbagai faktor turut mempengaruhi muncul tidaknya Srintil. Seperti ketinggian lokasi tanam di atas 800 mdpl, curah hujan rendah, suhu kering (panas), sinar matahari cukup,...