Petani Bawang Wadul Ganjar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Surat Edaran (SE) Dirjen Pertanian dan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) soal harga eceran tertinggi (HET) bawang putih justru menuai penolakan. Para petani bawang putih di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung wadul ke Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo soal keresahan itu.

Anggota Kelompok Tani Al Fata, Tarif mengatakan harga jual bawang putih saat ini berkisar Rp 20 ribu untuk jual basah dan Rp 25 ribu untuk jual kering. Sementara untuk modal beli bibit, Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, untuk lahan seluas satu hektare, butuh antara 2 sampai 2,5 kuintal bibit. “Jadi kalau harga diatur, petani tidak akan untung,” ucapnya, Selasa (27/2).

Dengan kondisi tersebut, untuk mendapatkan Break Event Point (BEP) harga pasca panen minimal Rp 14 ribu. “Kami berharap kepada Pak Ganjar untuk menyampaikan ke pusat agar surat tersebut dievaluasi lagi. Kami bertani tidak untuk rugi, seharusnya pemerintah melindungi petani,” tegasnya.

Selain itu, petani di Temanggung juga sepakat menolak kebijakan impor bawang putih. Tarif menyatakan produksi bawang putih dari dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumen. “Petani kita mampu. Hasil panen cukup bagus dan melimpah, jadi tidak perlu ada impor,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Ganjar menyatakan akan menyampaikan ke Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. “Ya kalau melihat kondisi saat ini, dengan harga maksimal Rp 11 ribu sesuai surat edaran tersebut tentu petani belum untung. BEP-nya kan kisaran Rp 14 ribu,” paparnya.

Selain perlindungan mengenai harga, petani juga harus diperhatikan pasca panen. “Kita berharap petani menjual kering karena harganya lebih tinggi. Petani juga harus diajarkan untuk berjualan secara online agar bertemu langsung dengan pembeli, sehingga harganya bagus dan yang penting petani untung,” terang Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar yang dalam kunjungan tersebut ditemani istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti disambut tarian Topeng Ireng. Dia juga mendapat slayer kehormatan karena dinilai menjadi pejuang petani. Bahkan, dia enggan naik motor dan rela jalan menanjak sejauh dua kilometer untuk menyapa ratusan petani dan warga yang ada sepanjang jalan kampung menuju ladang. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -