33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Perjalanan Kontainer Dipantau Live

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gabungan Importer Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah meluncurkan Go Live, kemarin. Sistem ini bertujuan mengawasi pergerakan kontainer sejak dari dermaga Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) hingga Depo dengan menggunakan teknologi berbasis IT oleh surveyor independen.

Ketua BPD GINSI Jawa Tengah Budiatmoko mengatakan, selama ini pengawasan dilakukan secara manual, kit diimportasi dari CY sampai gudang, dan terkadang ada kerusakan. “Nah kerusakannya dimana? Itulah yang ingin kami ketahui. Karena selama ini segala biaya kerusakan terkait kontainer selalu dibebankan pada importer. Padahal perjalanan kontainer mulai dari turun kapal hingga ke gudang melewati banyak proses,” ujarnya.

Di sisi lain, beredar surat edaran Kementerian Perhubungan bahwa sudah tidak ada jaminan kontainer. Namun, kenyataan di lapangan masih ada biaya jaminan kontainer. “Contohnya ketika angkut kelengkeng pasti ada gasnya yang menyebabkan korosi. Nah itu yang harus nanggung siapa?” imbuh Sekjen DPP GINSI, Erwin Taufan. Melalui pemantauan dari situs yang dikembangkan oleh pihak ketiga ini, importer bisa mengetahui pihak mana yang harus bertanggung jawab atas kerusakan kontainer.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Emas Ahmad Wahid mengapresiasi terobosan GINSI Jawa Tengah. Ia berharap sistem yang kali pertama dilakukan di Indonesia ini juga dapat diterapkan di daerah lain. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This