Olah Sampah Jadi Gas Metana

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018

353
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG BERSIHKAN SAMPAH BERSAMA : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti memberikan seragam kepada petugas kebersihan dalam Apel Siaga pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018.
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG BERSIHKAN SAMPAH BERSAMA : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti memberikan seragam kepada petugas kebersihan dalam Apel Siaga pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018.

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti yang mewakili Bupati Pekalongan memimpin Apel Siaga Kebersihan dengan target pengurangan sampah dan penanganan sampah rumah tangga, serta sampah sejenis sampah rumah tangga. Kegiatan itu dicanangkan pemerintah secara nasional mulai 2017 sampai dengan 2025 sebesar 30 persen untuk pengurangan sampah dan 70 persen untuk penanganan sampah. Sehingga diperlukan langkah terpadu dan strategis dalam pencapaiannya.

Apel Siaga Kebersihan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018 yang digelar kemarin diikuti oleh 400 orang tenaga kebersihan. Mereka terdiri dari 170 Pegawai Tidak Tetap dan 230 tenaga outsourching. Hadir pula berbagai komunitas lingkungan antara lain Gentong Hebat, HAKLI, ASOBSI dan Koordinator Fasilitator Kotaku.

Saat ini, timbunan sampah di Kabupaten Pekalongan semakin bertambah jenis dan volumenya, dengan dampak yang semakin meluas. Untuk itulah menjadi sangat penting untuk mempertegas dan memperkuat kolaborasi peran dalam upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Pekalongan.

Penanganan sampah di Kabupaten Pekalongan saat ini selangkah lebih maju. Hal ini ditandai dengan suksesnya ujicoba pemanfaatan sampah, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kawasan Dukuh Bojonglarang, Desa Linggo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Disitu, sampah diolah untuk menghasilkan gas metana atau gas elpiji seperti yang kita kenal.

Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer didampingi Kepaka OPD terkait, mencoba penggunaan gas metana tersebut. Yaitu dengan menggoreng pisang hingga matang dan terasa krispi, rasanya pun enak sama dengan penggunaan gas elpiji lainnya.

“Gas metana ini adalah hasil pengolahan sampah di TPA Bojonglarang dengan teknis sampah ditimbun dengan tanah setiap tiga bulan sekali. Setelah melalui filter akan terpisah antara gas metana, air dan unsur lainnya ” jelas Wakil Bupati Arini, Selasa (27/02).

Pemanfaatan sampah menjadi gas metana, saat ini masih tataran ujicoba. Namun hasilnya gas yang memancar tidak mengecewakan, karena bisa untuk memasak seperti kompor elpiji pada umumnya. Sehingga ke depan diharapkan gas ini dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memasak, dan sebagai sumber energi lainnya.

Pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkab Pekalongan tidak hanya langsung dibuang ke TPA, akan tetapi juga sudah dikelola oleh warga melalui bank sampah. Yakni dengan adanya bank sampah di beberapa wilayah yang sangat membantu dalam mengurangi kuantitas sampah yang masuk ke TPA. Inilah yang diharapkan dalam mengendalikan sampah yang tidak terpusat hanya pada satu TPA saja.

Dalam rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Diantaranya diadakan Apel Siaga Kebersihan dengan tujuan mengecek kesiapan petugas dan armada kebersihan guna mendukung pelaksanaan Rencana Agenda Tiga Bulan Bersih Sampah yang dilaksanakan hingga April 2018.

Kegiatan lain Berjumpa atau Bersih Jumat Pagi, yang dilaksanakan setiap Jumat, Gerakan Bersih Sungai oleh Komunitas BONCOSS pada 9 Februari 2018, RUWAT SUNGAI MRICAN pada 2-20 Maret 2018, dan Gerakan Bersih Pantai pada tanggal 9 Februari 2018 oleh Warga Desa Bebel.  Demo Penjara Sampah Plastik oleh Komunitas Biji, akan dilakukan pada 7 Februari 2018 bagi siswa sekolah alam Bukit Pelangi, dan berbagai kegiatan lain yang bermuara pada kebersihan.

Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip Kholbihi turut berpartisipasi dalam Kegiatan Bersih Jumat Pagi (Berjumpa) yang secara serentak dilaksanakan di 25 desa di Kecamatan Kajen. Bahkan dia seperti tiada lelah untuk terus mengajak semua warga Kabupaten Pekalongan, untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan turun langsung menyapu, memungut, dan membersihkan sampah, dengan tidak membung sampah sembarangan.
“Kami meminta kesadaran semua pihak untuk peduli dengan sampah. Satu langkah kesadaran bersama, kepedulian terhadap sampah ini bagian tanggungjawab bersama,” tutur Hj. Munafah. (thd/adv/ric)