Mengenang Kehebatan Masa Lalu di Museum-Museum Kabupaten Magelang

Pesona Magelang

735
PUSAT BELAJAR : Museum Vulkanologi di Ketep Pass menjadi salah satu tempat belajar mengenai kegunungapian di Kabupaten Magelang. Museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang Gunung Merapi. (ISTIMEWA)
PUSAT BELAJAR : Museum Vulkanologi di Ketep Pass menjadi salah satu tempat belajar mengenai kegunungapian di Kabupaten Magelang. Museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang Gunung Merapi. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – KABUPATEN Magelang tidak hanya memiliki Candi Borobudur dan berbagai destinasi wisata, namun juga menyimpan sejarah-sejarah yang luar biasa terkait peradaban di masa lalu. Saksi peradaban dan kehebatan masa lalu itu bisa dilihat dari berbagai museum yang ada di Kabupaten Magelang. Mulai dari Museum Samudra Raksa Borobudur hingga museum maestro seni rupa H Widayat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso menyebutkan, di wilayahnya terdapat sedikitnya 6 museum besar. Dua di kompleks taman wisata Borobudur yakni Museum Samudra Raksa dan Museum Karmawibangga. Kemudian, Museum Wayang di Pondok Tingal Borobudur dan Museum H Widayat di Kecamatan Mungkid, Museum Misi di Muntilan dan Museum Vulkanolgi di Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass.

Museum-museum ini mengoleksi benda-benda sejarah yang merupakan peninggalan masa lalu. Masyarakat dan wisatawan bisa belajar sembari berwisata di tempat yang menyimpan benda-benda sejarah itu. “Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga mengajak masyarakat tidak hanya menikmati destinasi wisata di Kabupaten Magelang saja tapi juga museum-museum yang menyimpan sejarah,” papar dia.

Museum Seni Rupa H Widayat berdiri di atas areal tanah seluas 7.000 meter persegi, terletak di jalur wisata candi Mendut dan candi Borobudur. Kira-kira dua kilometer sebelum memasuki area Candi Borobudur. Ada ribuan karya H Widayat dari berbagai media di museum tersebut. Mulai dari lukisan, sketsa, patung dan benda-benda antik lainnya karya sang maestro.

Museum Wayang Pondok Tingal menjadi satu bagian dari beberapa bangunan kompleks Pondok Tingal yang dirintis pembangunannya oleh mantan Menteri Penerangan (1968-1973) almarhum R Boediardjo. Koleksi wayang di museum seluas sekitar 1.500 meter persegi itu sebanyak 12 kotak yang masing-masing berukuran cukup besar. Wayang terbuat dari kulit, kayu, bambu dan batu. Beberapa lainnya berupa lukisan kaca tentang tokoh dunia pewayangan serta topeng kayu, dan seperangkat gamelan baik slendro maupun pelog. Selain itu, sedikitnya 694 judul buku tentang wayang dengan berbagai bahasa, 83 kaset rekaman wayang sejak 1971 hingga 1994, dan 59 kaset video rekaman pergelaran wayang sejak 1980 hingga 1990.

Satu lagi museum di Kabupaten Magelang. Yakni Museum Vulkanologi Ketep Pass. Museum yang berada dalam satu kawasan gardu pandang Ketep Pass ini menempati areal seluas 550 meter persegi. Museum didesain dengan bentuk melingkar. Desain ini memudahkan pengunjung untuk mengamati poster-poster yang tertempel di dinding pajangan.

Memasuki ruangan museum, pengunjung akan disuguhi informasi tentang sejarah Gunung Merapi. Iwan Sutiarso mengatakan tujuan dibangunnya museum ini adalah mengedukasi masyarakat. “Memang hadir untuk memberi gambaran dan penyadaran kepada masyarakat soal Gunung Merapi dan tentang gunung,” katanya.

Tak jauh dari Sawangan tepatnya di Muntilan ada Museum Misi. Museum menyimpan rekam sejarah perkembangan agama Katolik di Jawa. Dari tokoh hingga sarana dakwah yang mereka pakai. Terdapat sejumlah koleksi peninggalan dari tokoh tadi, seperti jubah, alat ibadah, foto, lonceng, sepeda, kursi, buku-buku , serta kisah kekatolikan.

Ada beberapa koleksi unik museum. Satu dari koleksi-koleksi itu adalah peralatan misa berupa altar, mimbar, dan kursi bambu yang pernah digunakan Paus Yohanes Paulus II atau pemimpin tertinggi umat Katolik di Vatikan saat datang ke Indonesia pada 1989.

Di Kompleks Candi Borobudur, ada dua museum yang berdekatan. Museum Karmawibangga dan Museum Kapal Samudraraksa. Museum Karmawibhangga menyimpan koleksi benda purbakala, patung Unfinished Buddha dan foto relief yang tersembunyi di balik kaki candi.

Di depan Museum terdapat ribuan balok batu yang tertata rapi di halaman dan sedang dibersihkan oleh petugas. Batu-batu tersebut bukan batu biasa, melainkan bagian dari Candi Borobudur yang hingga kini belum ditemukan pasangannya sehingga masih disimpan di museum. Ada juga patung Unfinished Buddha merupakan patung yang dulunya berada di relung stupa induk.

Museum terakhir adalah museum Kapal Samudra Raksa. Terdiri dari tiga bangunan. Bangunan pertama merupakan tempat informasi, display foto, poster, relief, serta pemutaran film. Bangunan kedua yang berbentuk rumah joglo merupakan tempat kapal Samudraraksa dipajang. Selain kapal, di bangunan kedua ini disimpan barang-barang yang dipergunakan oleh para awak kapalnya sewaktu berlayar mengarungi samudera, seperti peralatan memasak, peralatan rumah tangga sehari-hari. (adv)

Silakan beri komentar.