Kuota Taksi Online Hanya 54 Unit

374

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Taksi online yang boleh beroperasi di Kota Salatiga hanya 54 unit. Jumlah tersebut merupakan kesepakatan bersama di Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Jateng untuk wilayah Kota Semarang, Kendal, Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan dan Demak (Kedungsapur). Sedangkan untuk ojek online sampai saat ini belum ada kepastian jumlah yang diperbolehkan.

Kepala Dishub Kota Salatiga, Ady Suprapto menuturkan, kuota taksi online wilayah Kedungsapur adalah 600 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, Kota Semarang jumlahnya mencapai 330 unit. Sisanya, 270 unit dibagi kepada lima kabupaten/kota yang lain di wilayah tersebut.
“Setelah dikurangi Kota Semarang, masih ada 270 untuk lima kabupaten/kota lain. Dan dari jumlah 270 tersebut, telah kami sepakati bersama dengan Organda, paguyuban angkot dan paguyuban taksi online, jika kuota untuk Kota Salatiga hanya 54 unit mobil,” jelas Ady kepada wartawan, kemarin pagi.

Disinggung mengenai pembatasan dan pengawasan jumlah taksi online yang beroperasi, Ady menambahkan jika 54 kendaraan itu sudah sepakat masuk Koperasi Wahana Roda dan para pemilik akan mendapat izin operasional dari Dishub Propinsi Jateng. “Dan hanya 54 kendaraan itu yang nantinya berhak uji KIR di Dishub. Jika ada taksi online lain yang beroperasi, akan langsung ditilang,” tegas dia.

Penindakan terhadap pelanggar ini, jelasnya, seharusnya sudah mulai dilakukan mulai 16 Februari lalu. Tetapi ada kebijakan dari Kemenhub RI bahwa penilangan sementara diganti dengan sosialisasi dulu sampai dengan pemberitahuan selanjutnya.

Di sisi lain, hingga saat ini juga belum ada kendaraan taksi online yang melakukan uji KIR di Salatiga. Pasalnya, belum ada izin dari Dishub Propinsi Jateng mengingat saat ini pengelola taksi online sedang melengkapi administrasi yang diperlukan. “Sekarang belum ada yang beroperasi sampai dengan ada izin dari Dishub Provinsi Jateng. Jika ada yang beroperasi itu melanggar,” tandas Ady.

Saat ini, taksi online masih beroperasi. Danik, 30, salah satu pengguna jasa taksi online mengaku tidak tahu menahu mengenai permasalahan perizinan taksi online. “Beberapa hari lalu, saya menggunakan jasa mereka dari Sukowati ke Jendral Sudirman. Taksi online memang dibutuhkan jika saat penting,” jelas pegawai di lingkungan Pemkot Salatiga ini.(sas/ida)

Silakan beri komentar.