CEK BARANG : Warga saat memeriksa sisa abrangnya di dalam Mal Pekalongan yang sudah luluh lantak. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK BARANG : Warga saat memeriksa sisa abrangnya di dalam Mal Pekalongan yang sudah luluh lantak. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Tim Puslabfor Pola Jateng telah melakukan l olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama kurang lebih 3 jam di lokasi kebakaran kompleks Banjarsari Pekalongan. Hasil sementara, diketahui api berasal dari lantai 2 blok B Pasar Banjarsari.

Kepala Sub Bidang Fisika dan Forensik Labfor Bareskim Mabes Polri Semarang AKBP Drs Teguh Primono menjelaskan, timnya sudah menyusuri beberapa lokasi. Terutama titik titik rawan api, baik lokasi kelistrikan dan titik panas api tertinggi.

“Sementara kami hanya menyimpulkan, dari rambatan api dan kadar titik panas. Titik awal api berada di lantai 2 blok B kompleks Banjarsari,” tegasnya, Senin (26/2).

Dengan temuan tersebut, timnya akan lebih mendalami di blok B, untuk mengetahui penyebab utama kebakaran tersebut lebih detail. Dan dijanjikan selama 1 minggu sudah ada temuan dari olah TKP dan pemeriksaan dari saksi-saksi.

Pemeriksaan tersebut dibenarkan oleh Bambang Santoso, selaku koordinator retribusi Pasar Banjarsari dari Disperindagkop Kota Pekalongan. Dia bersama belasan saksi lain dimintai keterangan oleh Reskrim Polres Pekalongan Kota.

“Saya ditanya terkait penangan Pasar Banjarsari, karena tugas saya menarik retribusi. Ada belasan saksi yang diperiksa, termasuk saya,” ujarnya, Senin (26/2) saat ditemui di Pasar.

Sementara itu, Tim Damkar Kota Pekalongan hingga kini masih melakukan pemadaman api. Jumantoko komandan regu Damkar Kota Pekalongan mengatakan, masih ada beberapa titik api besar yang belum di padamkan di lantai dua dan lantai 3. Dari pantuan juga, di beberapa titik lantai 1 juga masih terlihat ada api, yang membakar dalam kios. Karena sebagian besar isi kios adalah pakian dan bahan-bahan mudah terbakar.

“Saat ini tim belum berani masuk karena bangunan yang ada di dalam mulai roboh dan asap pekat masih banyak yang terlihat di dalam bangunan,” pungkasnya. (han/zal)