Serap Filosofi yang Melekat di Rumah Mardiyanto

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Gemericik air dari empat pancuran mengiringi rapat siang itu. Air  jatuh ke kolam renang segi empat yang panjangnya nyaris selebar rumah. Udara yang kebetulan panas menjadi terasa sejuk. Pertemuan pun santai dengan lesehan di pinggir kolam.

Saya yang sebelumnya stres ketika melewati genangan rob ikut tenang. Siang itu, 21 Februari 2018, hari pertama saya berada di tengah-tengah karyawan Jawa Pos Radar Semarang. Saya yang dipercaya menarik gerbong mereka sengaja mengajak makan siang di pinggir kolam renang yang airnya biru itu.

Kolam renang itu sangat inspiratif. Letaknya berada di bagian belakang rumah di jalan Veteran 55 Semarang. Rumah itu sebelumnya milik mantan Gubernur Jateng yang juga mantan Mendagri. Kini telah menjadi milik Jawa Pos dan dipergunakan untuk kantor Radar Semarang.

Di samping kolam renang itu terdapat kamar pribadi yang konon dulu difungsikan untuk bersemedi. Letaknya lebih tinggi dari kolam. Menempel di dinding tebing. Letak ketinggiannya kira-kira empat lantai dari jalan raya.

Kamar tersebut mencerminkan karakter Pak Mardiyanto. Cool. Dengan karakter itu dia berhasil memimpin Jawa Tengah dua periode (1998-2008). Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu mampu menciptakan atmosfer kesejukan dalam stuasi politik yang berbeda-beda. Bahkan ketika dia menjabat sebagai menteri dalam negeri.

Kamar tidur utama berada di lantai dua bangunan di sisi lain kolam renang itu. Sampai sekarang masih dilestarikan. Dijadikan tempat istirahat wartawan yang kecapekan.

Saya merasa mendapat inspirasi di rumah bersejarah itu. Sejuk dan tenang. Sangat cocok untuk berkantor wartawan yang sehari-hari sibuk dengan mobilitas. Bisa menurunkan tensi dan melemaskan otot. Pikiran menjadi tenang. Menulis jadi mengalir seperti air di pacuran kolam renang tersebut.

Wartawan perlu kejernihan berpikir. Mereka kerja bukan hanya dengan tenaga. Lebih-lebih pikiran dan kreativitas. Produknya dibentengi oleh norma-norma. Independen, jujur, integritas, mengedepankan kepentingan umum, dan berhati nurani. Mereka tidak boleh memihak terutama untuk dirinya sendiri.

Kerja wartawan belakangan ini semakin berat. Musuhnya bukan hanya godaan pada diri sendiri. Media sosial yang menguasai seluruh kehidupan semakin mengancam. Kabar hoax demikian derasnya. Masyarakat sering menjadi korban. Wartawan terutama media main streem dituntut bukan hanya sebagai penyeimbang. Lebih dari itu, sebagai rujukan.

Saya juga mendapat pelajaran dari rumah yang berundak-undag itu. Sangat filosofis. Rumah dibangun dengan konsep yang matang. Tanahnya berkontur. Bangunan disesuaikan. Bagian depan lebih rendah kemudian semakin meninggi ke belakang.  Itu sangat baik menurut Feng Shui. Mencerminkan kekuatan yang dapat mempertahankan kemakmuran.

Hidup manusia juga bertingkat-tingkat. Mereka merangkak dari bagian yang paling bawah. Di semua sisi kehidupan. Lahir tidak memiliki apa-apa. Juga tidak tahu apa-apa. Bahkan belum mengenal Tuhan. Kemudian mereka berkembang semakin pintar, semakin kaya, dan memiliki kedudukan. Keimanannya juga semakin kuat. Sungguh akan kamu jalani kehidupan tingkat demi tingkat (QS. Al-Insyiqoq ayat 19).

Kehidupan Mardiyanto seperti yang disabdakan Tuhan. Merangkak dari bawah. Prestasinya terus meninggi sampai mencapai puncaknya sebagai Menteri Dalam Negeri. Bahkan sampai purna tugas kehebatan Mardiyanto tidak pudar. Kini beliau masih dianggap sebagai sesepuh Jawa Tengah.

Radar Semarang juga demikian. Awalnya hanya menguasai wilayah eks Karesidenan Semarang. Kini peredarannya sudah membentang dari Pekalongan sampai Magelang. Berbagai prestasi telah diukir. Yang terakhir diterima 15 Februari lalu bersamaan dengan rapat evaluasi tahunan yang berlangsung di Jogjakarta .

Radar Semarang meraih juara nasional Quality Product untuk katagori headline terbaik. Perlombaannya digelar Jawa Pos Group (JPG). Diikuti seluruh koran di bawahnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Headline yang menjadi juara itu terbit tanggal 4 Desember 2017. Judulnya, Pabrik Pil PCC Digerebek.

Sebelumnya juga sudah berkali-kali menempatkan produknya sebagai finalis. Antara lain, Kisah-kisah Atlet yang Kini Merana (katagori laporan khusus), Menelusuri Keluarga Terduga Teroris (katagori feature), dan Evakuasi Korban Kecelakaan (foto). Prestasi-prestasi tersebut sekaligus menunjukkan koran Radar Semarang bukan sembarangan. Kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

Jawa Pos Radar Semarang ingin meniru Mardiyanto. Dengan menempati bekas rumahnya, semua karyawan bisa menyerap filosofi kehidupannya. Sejuk seperti kolam renangnya. Bersemangat seperti gemericik pancurannya. Terus mengalir seperti airnya. Dan, terus meningkat  seperti kontur tanah dan bangunannya. (*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -