MC Terkenal Rina Joe Meninggal Telanjang

2529
SELAMAT JALAN: Ambulans yang membawa jenazah Rina Joe. (inzet) Rina Joe semasa masih hidup. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SELAMAT JALAN: Ambulans yang membawa jenazah Rina Joe. (inzet) Rina Joe semasa masih hidup. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Entertainer dan MC terkenal, Rina Setyaningsih alias Rina Joe, 36, ditemukan tewas di kamar rumahnya, Senin (26/2) sekitar pukul 06.30. Saat ditemukan, perempuan bertubuh subur itu dalam kondisi telanjang bulat dan sudah menimbulkan bau tak sedap. Diperkirakan, korban sudah meninggal dua hari lalu.

Jenazah mantan penyiar radio ini ditemukan kali pertama oleh Wujud Prihantono, 62, sopir pribadinya. Rina Joe ditemukan dalam posisi tengkurap di samping tempat tidur  kamar rumahnya yang berlokasi di Taman Sari Hils Blok D7/22 RT 3 RW 10, Mangunharjo, Tembalang.

Awal penemuan bermula saat pagi itu Wujud datang ke rumah korban. Saat itu, pintu rumah majikannya dalam kondisi tertutup. Wujud sempat mengetuk pintu berkali-kali, namun tidak ada jawaban. “Saya ketuk rumahnya, tidak ada respons. Saya justru mencium bau tidak sedap. Karena pintu tidak terkunci, akhirnya saya masuk rumah. Saya kaget ternyata Mbak Rina sudah meninggal dalam posisi tengkurap di samping tempat tidur,” ujar Wujud kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, Senin (26/2) kemarin.

Melihat itu, Wujud langsung keluar rumah dan menyampaikan kapada warga sekitar. Rupanya bau tak sedap juga tercium oleh Ketua RT 3 RW 10 Prima Wijaya, tetangga Rina Joe. Bau tak sedap ini sudah tercium sejak Minggu (25/2) lalu. “Baunya memang sudah dari kemarin, (Minggu). Cuma saya tidak berpikiran sampai sejauh itu. Saya berkali-kali melewati depan rumahnya, ternyata bau itu sumbernya dari sini,” kata Prima Wijaya.

Ia mengakui, para tetangga sudah sempat mendengar kondisi kesehatan korban belakangan ini kurang baik.  “Mbak Rina sudah sakit lama. Kalau sakitnya apa saya kurang tahu. Tadi pas ditemukan meninggal dunia tanpa mengenakan pakaian apapun,” terangnya.

Petugas Inafis Polrestabes Semarang yang datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan beberapa obat berbentuk pil di tempat tidur korban.

Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi, menjelaskan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat diantarkan kakaknya ke Klinik 24 Kam di Kalipancur, Ngaliyan bersama sopirnya. Setelah berobat, korban diminta untuk tinggal sementara di rumah orangtuanya di daerah Jalan Sri Rejeki Semarang Barat.  “Tapi yang bersangkutan tidak mau, dan memilih tinggal di rumahnya. Setelah itu, ditelpon, dihubungi tidak bisa. Ternyata ditemukan sudah meninggal,” katanya.

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya luka atau unsur kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal karena sakit jantung.  “Dua hari sebelum meninggal korban sempat berobat. Ada indikasi sakit jantung,” bebernya.

Mengenai adanya ceceran darah di tubuh korban, Budi mengatakan hal tersebut merupakan proses pembusukan.  “Menurut pemeriksaan medis, meninggalnya diperkirakan sudah 2 x24 jam atau sekitar Sabtu dini hari,” katanya. (mha/aro)

Silakan beri komentar.