Gugatan Lawan Polda Jateng Ditolak

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG– Perjuangan tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan merek yang menjerat Aril Kriastianto untuk bisa dibebaskan dan dilepaskan dari status tersangka akhirnya pupus. Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang menyidangkan gugatan praperadilan melawan penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng tersebut dalam putusannya menolak.

“Sudah diputus beberapa waktu lalu. Pengadilan menolak permohonan praperadilan kami. Hakim menyatakan, penyitaan penyidik dilakukan disaat pemohon belum mengantongi izin merek. Atas putusan itu kami menghormati dan akan mengikuti proses hukum selanjutnya,” kata kuasa hukum Aril Kriastianto, Hidayatun Rohman AM saat dikonfirmasi, Senin (26/2).

Dalam pettitum gugatannya Aril Kriastianto menilai, permohonan praperadilan diajukan pihaknya karena penyitaan penyidik inprosedural. Dalam kasus itu, ia menyampaikan, penyidik tanpa ada dasar hukum yang sah telah melakukan sita atas barang-barang miliknya berupa, 143 lusin celana jeans merek Athan Lois, 5 potong celana setengah jadi merek Athan Lois, 2 mesin jahit merek Shunfa dan Tipikal, serta 1 nota penjualan.

Atas penyitaan itu, pada 4 Desember 2017 pemohon dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi atas dugaan pidana pelanggaran merek yang disangkakan terhadapnya. Aril yang disangka melanggar Pasal 100 ayat I dan atau ayat 2 dan atau Pasal 102 Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi grafis pada 8 Desember 2017 kembali dipanggil untuk diperiksa.

Menurutnya, terdapat kesalahan dan kejanggalan dalam prosedur proses penyitaan barang bukti oleh penyidik. Penyitaan dilakukan dilakukan sebelum adanya panggilan. Penyitaan itu juga tanpa dilampiri surat izin (berbentuk penetapan), dari Ketua Pengadilan Negeri setempat. Ia juga menyatakan penyitaan tersebut cacat dan bata demi hukum.

“Akibat penyitaan itu, kami mengalami kerugian sekitar RP 1, 9 miliar, atau apabila  yang mulia hakim tunggal berpendapat  lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya,” kata Aril Kriastianto dalam pettitum gugatannya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -