Bansos Non Tunai untuk 59.700 Keluarga

264
SALURKAN BANSOS: Bupati Demak HM Natsir didampingi Wakil Ketua Komisi VIII Noor Ahmad memberikan bantuan kepada warga kurang mampu di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALURKAN BANSOS: Bupati Demak HM Natsir didampingi Wakil Ketua Komisi VIII Noor Ahmad memberikan bantuan kepada warga kurang mampu di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Masyarakat Kabupaten Demak dengan kategori dibawah garis kemiskinan menjadi perhatian Pemkab Demak. Anggaran sebesar Rp 29,8 miliar untuk alokasi bantuan sosial (bansos) non tunai program keluarga harapan (PKH) segera disalurkan untuk 59.700 keluarga penerima manfaat (KPM).

Hal ini disampaikan Bupati Demak HM Natsir disela menerima kunjungan kerja Bambang Mulyadi dari Kementerian Sosial (Kemensos),  Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Ahmad  dan rombongan lainnya di Pendopo, kemarin.  Menurut Bupati, bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) dari Kemensos untuk 95.594 keluarga telah mampu menambah perluasan KPM.

Bahkan, pada 2018 ini, para penyandang disabilitas dan lansia juga telah masuk kategori penerima PKH. “Kita akan lakukan pendampingan dan edukasi bagi masyarakat penerima program ini sehingga bantuan ini betul betul mampu mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penerima bantujan berbasis data terpadu by name by addres. Wakil Ketua Komisi VIII, Noor Ahmad mengatakan, adanya penyerahan bantuan dari Kemensos tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat kurang mampu secara ekonomi. “Bansos dari Kemensos yang diserahkan untuk Kabupaten Demak mencapai Rp 178,4 miliar,” katanya.

Adanya bansos non tunai ini diharapkan dapat merubah prilaku keluarga sangat miskin agar mau memberikan perhatian besar pada pendidikan anaknya. Selain itu, bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi keluarga miskin karena bebannya terkurangi. “Dalam jangkan panjang, program ini juga dapat memutus mata rantai kemiskinan generasi melalui peningkatan kesehatan nutrisi, pendidikan dan kapasitas pendapatan serta memberi kepastian masa depan anaknya,” ujar dia.

Bambang Mulyadi dari Kemensos menambahkan, adanya bantuan dapat meningkatkan kemampuan rumah tangga sangat miskin (RTSM) dalam mengakses pelayanan pendidikan dan kesehatan serta gizi ibu hamil. (hib/bas)