87 APK Pilgub Diturunkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak 87 alat peraga kampanye (APK) yang berhubungan dengan Pilgub Jateng diturunkan satpol PP akhir pekan kemarin. APK yang diturunkan berupa baliho dan spanduk dan bergambar dari kedua pasang calon gubernur Jawa Tengah.

“Saat ini semua APK yang dipasang melanggar, karena seharusnya KPU yang mencetaknya. Demikian juga belum adanya desain resmi dari tiap paslon. Dan jika ada penambahan pencetakan oleh paslon atau tim kampanye harus seijin KPU,” terang Agung Ari Mursito, Ketua Panwas Kota Salatiga.

Sebelum dilakukan penurunan, jajaran Panwas di seluruh kota telah melakukan pendataan semua jenis APK beserta lokasinya kemudian merekomendasikan kepada KPU. Dan rekomendasi itu dilanjutkan dengan peringatan kepada pasangan calon atau tim kampanye dengan batas waktu 1 x 24jam. “Namun jika paslon atau tim kampanye tidak menurunkan secara mandiri maka panwas berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menurunkannya,” jelas pria berkacamata ini.

Reklame yang dimaksud dengan APK adalah yang memuat gambar paslon, nomor, serta slogan. Selain itu ditingkat kota, KPU akan membuat baliho sebanyak lima buah. Selain itu di tiap kelurahan akan dibuat dua buah. “Paslon diperbolehkan menambah 150 persen dari yang dibuat KPU. Yakni tujuh baliho di tingkat kota dan 3 spanduk di masing masing kelurahan,” imbuh dia.

Pemasangan APK memang tidak dikenai pajak. Sementara itu, jika membuat mandiri harus seijin KPU karena adanya keterbatasan jumlah dan lokasi pemasangan juga harus ada rekomendasi. Sementara desain resmi juga harus diserahkan ke KPU, atau saat seharusnya lima hari setelah pengundian nomer urut, desainnya harus diserahkan ke KPU Provinsi untuk dicetak.
Saat ini, selain ada gambar cagub juga ada yang bergambar caleg. Seharusnya yang ada gambar caleg itu mesti sesuai perda reklame. Yakni, jika tidak ada pengesahan dari Pemkot, dipasang melintang, atau dipasang ditiang listrik atau telepon maka diturunkan oleh Satpol. “Setelah diturunkan, barang bukti pelanggaran reklame dibawa ke satpol dan barang bukti yang terkait paslon Pilgub dibawa ke Panwas,” jelasnya.

Terpisah, komisioner KPU Syaemuri Albab menuturkan, hingga saat ini belum ada pasangan calon yang mengajukan ijin membuat APK mandiri. (sas/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -