AWAS JATUH : Seorang anak tampak kesulitan ketika menuruni anak tangga JPO depan Pasar Babadan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AWAS JATUH : Seorang anak tampak kesulitan ketika menuruni anak tangga JPO depan Pasar Babadan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Konstruksi tangga sisi barat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Babadan dinilai membahayakan. Konstruksi tangga yang terlalu curam dan ketinggian anak tangga yang tidak ideal rentan membuat celaka pengguna JPO.

Beberapa warga yang melintas di JPO tersebut mengeluhkan tentang kondisi tersebut. Septiani Dwi, 38, warga Perum Leyangan, Ungaran Timur mengatakan, kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna JPO. Apalagi jika JPO tersebut dilalui oleh anak-anak. “Tangganya terlalu curam,” ujar Septiani, Minggu (25/2).

Ia saat itu tengah menyeberang jalan melalui JPO bersama suami dan anak-anaknya. Sejak dari anak tangga urutan 21 paling atas, ia sudah mewanti-wanti anaknya untuk berhati-hati saat menuruni anak tangga JPO tersebut. “Kalau tidak hati-hati, namanya anak-anak bisa saja jatuh. Apalagi pas habis hujan pasti ini licin sekali lebih berbahaya,” kata Septi yang pulang dari Pasar Babadan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Nunik, 52, warga Langensari Ungaran Barat. “Sudah banyak penyeberang yang jatuh saat menuruni tangga,” ujar Ninik. Ia mengaku tahu persis tentang kondisi anak tangga di JPO tersebut, lantaran setiap hari berjualan di bawah tangga JPO sisi barat.

Mereka yang jatuh saat menuruni tangga rata-rata penyeberang yang sudah berusia uzur. “Mayoritas perempuan, ibu-ibu atau nenek-nenek,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengungkapkan kondisi curamnya anak tangga JPO lantaran saat pembangunan terkendala pemilik bangunan di bawahnya. “Kami akan berkomunikasi lagi dengan pemilik bangunan di bawah tangga itu. Karena sebelumnya pemilik toko tak mau jika di depan tokonya ada tangga JPO,” ujar Totit.

Dikatakan Totit, pemilik toko di bawahnya tidak mau JPO menghalangi akses masuk ke tokonya. “Memang titik bawah tangga ada di trotoar, dimiliki negara, tapi kita tak bisa seenaknya menggunakan titik tersebut,” katanya.

Totit menambahkan idealnya konstruksi anak tangga JPO dibuat dengan ketinggian maksimal 20 sentimeter. Selain itu, di setiap anak tangga dibuat dengan lantai landai. “Kalau kondisi saat ini ukuran optrade anak tangga 30 cm sehingga membuat tangga curam,” ujarnya. (ewb/ton)