PEDULI LINGKUNGAN: Tim KKN UPGRIS berfoto bersama dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan serta warga Desa Kesongo. (ISTIMEWA)
PEDULI LINGKUNGAN: Tim KKN UPGRIS berfoto bersama dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan serta warga Desa Kesongo. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang masih memiliki masalah dalam Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Tercatat, 148 kepala keluarga (KK) di 7 dusun masih BABS. BABS terbanyak dilakukan warga Dusun Ngentaksari, yakni sebanyak 114 KK, disusul Dusun Widara 13 KK, Dusun Krajan 20 KK, dan Dusun Kesongo Lor 1 KK.

Karena itulah, Tim KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Kesongo menggelar sarasehan peduli lingkungan sekaligus rapat pleno pemicu CLTS atau Community Led Total Sanitation. Kegiatan tersebut digelar Rabu (21/2) lalu dengan menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dian Wismoyoningrum SKM, dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, Ariawan Okta dan Prapto Nugroho.

“Rapat sekaligus sarasehan peduli lingkungan ini diadakan agar memudahkan warga dan memberikan solusi di  Desa Kesongo untuk semakin dekat dengan pemerintah dalam menyampaikan keluh kesah kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup,” kata  Fahmi Khaerul Fikri, Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Kesongo.

Dalam kegiatan yang dihadiri Sekdes Kesongo, semua kepala dusun, kader kesehatan dari setiap dusun, serta staf Puskesmas Tuntang itu, juga disinggung soal keberadaan bank sampah. Harapannya, dengan bank sampah, Desa Kesongo mampu mengelola sampah dengan baik. “Melalui bank sampah, warga bisa memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti dedaunan bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik, seperti botol bekas, kardus, plastik dan lainnya dapat dikumpulkan lalu dijual,” ujarnya. (bis/aro)