33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Setelah Gustur, Sekarang Bruno

PSIS Ancam Mundur dari PGK

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

DIRAWAT: Bomber PSIS Bruno Silva harus dirawat di RSUD I A Moeis Samarinda setelah mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. (PSIS FOR RADAR SEMARANG)
DIRAWAT: Bomber PSIS Bruno Silva harus dirawat di RSUD I A Moeis Samarinda setelah mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. (PSIS FOR RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua punggawa PSIS harus mengalami cidera berat di ajang pra musim setelah mengalami insiden benturan keras dengan lawan dalam dua turnamen berbeda yang diikuti oleh tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

Yang pertama adalah winger Gustur Cahyo yang mengalami luka robek di bagian kening  cukup parah setelah ditabrak oleh kiper Persela Lamongan, Alexander di ajang Piala Presiden 2018 (30/1) lalu.

Akibat kejadian tersebut eks pemain PS TNI (sekarang PS Tira) langsung dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya harus menepi selama dua pekan. Beruntung kondisi Gustur hingga saat ini terus membaik dan telah siap dimainkan oleh coach Subangkit.

Insiden terbaru juga harus menimpa bomber anyar Mahesa Jenar, Bruno Silva ketika turun menghadapi Arema FC pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim (PGK) di Stadion Palaran Jumat (23/2) malam kemarin.

Striker asal Brasil itu harus dilarikan ke rumah sakit usai mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. Bahkan Bruno harus menginap di RSUD I A Moeis Samarinda hingga kondisinya mulai stabil Sabtu (24/2) siang.

“Hasil CT Scan sementara tidak ada masalah di kepala atau leher Bruno. Hanya saja dia masih harus menjalani pemeriksaan MRI besok Senin (26/2) untuk memastikan kondisinya lebih detail,” kata Fisioterapis PSIS, Halim Mardianto.

Atas dua kejadian yang mengancam nyawa punggawa PSIS itu, CEO PT Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya mengatakan PSIS telah melayangkan protes keras kepada PSSI dan panitia kedua turnamen pra musim tersebut.

Apalagi pengadil lapangan kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi juga tidak mampu bertindak tegas di lapangan. Pada saat pelanggaran terhadap Gustur Cahyo wasit Oki Dwi Putra sama sekali tidak mengeluarkan kartu kepada kiper Persela Alexander. Sedangkan untuk pelanggaran Bruno Silva, wasit Agus Fauzan Arifin hanya mengganjar Arthur Cunha dengan kartu kuning.

“Dalam dua kejadian tersebut pemain PSIS memang memiliki karakter permainan cepat yang membuat lawan frustasi sehingga bermain kasar. Tapi itu seharusnya tidak boleh terjadi dan wasit harusnya bertindak tegas sehingga kejadian-kejadian seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Yoyok Sukawi.

Oleh karena itu melalui surat protes yang telah dilayangkan, PSIS berharap semua pemain menda[atkan perlindungan di lapangan dari tindakan kasar pemain lawan.”Apabila tidak bisa menjamin keamanan dan fairplay kita akan mundur dan pulang ke Semarang saja,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

DPRD Persoalkan Rencana Perayaan Tahun Baru

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – DPRD Kota Salatiga mempertanyakan kebijakan pemerintah kota yang akan mengadakan perayaan pergantian tahun yang merata di semua kecamatan. Hal itu dituding...

Laga Uji Coba versus PSS Terancam Gagal

SEMARANG - Laga uji coba antara PSIS versus PSS Sleman yang sedianya akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang 17 Juni 2017 mendatang terancam gagal....

Utamakan Pengabdian ke Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) serta universitas kelas dunia, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) diminta untuk mengutamakan pengabdian kepada masyarakat dengan...

Curi Burung Polisi, Dibui

PURWOREJO—Nasib apes menimpa Muhammad Sutarno alias Nur Hikmatul Ain, 22, warga Desa Jrakah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo ketika berniat mencuri burung bersama temannya, SN,...

Kemah Pelajar, Pertahankan Budaya Lokal

KAJEN–Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pekalongan menyelenggarakan, Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK se Kabupaten Pekalongan, di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap,...

Sekolah Sawah di Festival Tlatah

MUNGKID— Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu, menyelenggarakan Festival Tlatah Bocah ke-11. Warga setempat antusias menyaksikan kegiatan budaya tersebut. Yang...