Setelah Gustur, Sekarang Bruno

PSIS Ancam Mundur dari PGK

705
TERKAPAR: Winger PSIS Gustur Cahyo mengalami luka robek cukup parah di bagian kening setelah ditabrak oleh kiper Persela Alexander dalam laga terakhir babak penyisihan Grup Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERKAPAR: Winger PSIS Gustur Cahyo mengalami luka robek cukup parah di bagian kening setelah ditabrak oleh kiper Persela Alexander dalam laga terakhir babak penyisihan Grup Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRAWAT: Bomber PSIS Bruno Silva harus dirawat di RSUD I A Moeis Samarinda setelah mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. (PSIS FOR RADAR SEMARANG)
DIRAWAT: Bomber PSIS Bruno Silva harus dirawat di RSUD I A Moeis Samarinda setelah mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. (PSIS FOR RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua punggawa PSIS harus mengalami cidera berat di ajang pra musim setelah mengalami insiden benturan keras dengan lawan dalam dua turnamen berbeda yang diikuti oleh tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

Yang pertama adalah winger Gustur Cahyo yang mengalami luka robek di bagian kening  cukup parah setelah ditabrak oleh kiper Persela Lamongan, Alexander di ajang Piala Presiden 2018 (30/1) lalu.

Akibat kejadian tersebut eks pemain PS TNI (sekarang PS Tira) langsung dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya harus menepi selama dua pekan. Beruntung kondisi Gustur hingga saat ini terus membaik dan telah siap dimainkan oleh coach Subangkit.

Insiden terbaru juga harus menimpa bomber anyar Mahesa Jenar, Bruno Silva ketika turun menghadapi Arema FC pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim (PGK) di Stadion Palaran Jumat (23/2) malam kemarin.

Striker asal Brasil itu harus dilarikan ke rumah sakit usai mendapatkan tackle horor dari bek tengah Arema, Arthur Cunha. Bahkan Bruno harus menginap di RSUD I A Moeis Samarinda hingga kondisinya mulai stabil Sabtu (24/2) siang.

“Hasil CT Scan sementara tidak ada masalah di kepala atau leher Bruno. Hanya saja dia masih harus menjalani pemeriksaan MRI besok Senin (26/2) untuk memastikan kondisinya lebih detail,” kata Fisioterapis PSIS, Halim Mardianto.

Atas dua kejadian yang mengancam nyawa punggawa PSIS itu, CEO PT Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya mengatakan PSIS telah melayangkan protes keras kepada PSSI dan panitia kedua turnamen pra musim tersebut.

Apalagi pengadil lapangan kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi juga tidak mampu bertindak tegas di lapangan. Pada saat pelanggaran terhadap Gustur Cahyo wasit Oki Dwi Putra sama sekali tidak mengeluarkan kartu kepada kiper Persela Alexander. Sedangkan untuk pelanggaran Bruno Silva, wasit Agus Fauzan Arifin hanya mengganjar Arthur Cunha dengan kartu kuning.

“Dalam dua kejadian tersebut pemain PSIS memang memiliki karakter permainan cepat yang membuat lawan frustasi sehingga bermain kasar. Tapi itu seharusnya tidak boleh terjadi dan wasit harusnya bertindak tegas sehingga kejadian-kejadian seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Yoyok Sukawi.

Oleh karena itu melalui surat protes yang telah dilayangkan, PSIS berharap semua pemain menda[atkan perlindungan di lapangan dari tindakan kasar pemain lawan.”Apabila tidak bisa menjamin keamanan dan fairplay kita akan mundur dan pulang ke Semarang saja,” tegasnya. (bas)