SETIA MENUNGGU : Para penumpang di Stasiun Tawang Semarang masih menunggu, kendati jadwal kereta api terlambat 2-4 jam akibat banjir di Cirebon, Sabtu (24/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SETIA MENUNGGU : Para penumpang di Stasiun Tawang Semarang masih menunggu, kendati jadwal kereta api terlambat 2-4 jam akibat banjir di Cirebon, Sabtu (24/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Banjir yang melanda Tanjung Losari dan Ciledug Cirebon Jawa Barat arah Tegal, Jawa Tengah, telah merendam jalur rel kereta api. Akibatnya 14 perjalanan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya yang melintas wilayah Daop 4 Semarang mengalami keterlambatan antara 2 hingga 4 jam.

Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto mengatakan agar perjalanan kereta api tetap bisa melintas, pihaknya memberlakukan rekayasa pola operasi memutar. Rute yang seharusnya Cirebon-Brebes–Tegal, begitupun sebaliknya, diubah menjadi Cirebon-Prupuk-Slawi-Tegal. “Jadi ada 14 perjalanan kereta api pada 24 Februari 2018 yang akan mengalami rekayasa pola operasi memutar,” katanya.

Suprapto menambahkan bahwa akibat pola operasi yang memutar ini, maka sejumlah perjalanan kereta api dari malam sampai dini hari tadi, terdapat 14 perjalanan kereta api yang jalannya memutar.

Ahmad Burhanudin, salah satu penumpang yang rencananya menggunakan KA Menoreh jurusan Semarang menuju Pasar Senen, seharusnya berangkat dari Stasiun KA Tawang Semarang pukul 08.00, namun hingga pukul 11.00 tidak kunjung berangkat. “Harusnya pukul 08.00, tetapi sampai sekarang pukul 11.00 belum ada. Katanya KA terlambat karena banjir. Saya kebagian berangkat pukul 13.00,” katanya.

Meskipun mengalami keterlambatan cukup lama, tetap berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan kereta api. Selain pola operasi memutar pihak PT KAI Daop 4 Semarang juga memberlakukan pola pengalihan penumpang dari kereta api menggunakan bus dari Tegal–Cirebon. (hid/ida)