Hadapi Tantangan yang Kompleks

361
JALAN PILIHAN : Meski berlatar belakang pendidikan akuntan, Miyana Harikna kini mantap meniti karir di dunia perhotelan. Mau belajar dan pantang menyerah menjadi kuncinya untuk sukses. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALAN PILIHAN : Meski berlatar belakang pendidikan akuntan, Miyana Harikna kini mantap meniti karir di dunia perhotelan. Mau belajar dan pantang menyerah menjadi kuncinya untuk sukses. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Menurut Miyana, tantangan dunia perhotelan saat ini sangat kompleks. Banyak hotel-hotel berkelas yang mendadak gulung tikar karena kesalahan dalam pengelolaan. Hal tersebut juga memotivasinya supaya melakukan pengelolaan manajemen dengan baik di The Wujil Resort and Conventions.

Selain bertanggungjawab kepada owner, ia juga sangat memikirkan bagaimana karyawannya. Sehingga ia ingin memberikan yang terbaik bagi semuanya. Tantangan yang menurutnya sangat berat yaitu saat ini hotel harus mampu menciptakan market sendiri. “Dan manajemen hotel harus mampu mempertahankan pelanggan,” katanya.

Ia tidak sepaham dengan pemikiran jika saat ini banyak tumbuhnya hotel merupakan sebuah tantangan. Menurutnya, faktor ‘era’ yang banyak membuat tumbuh hotel-hotel besar.

Pengelolaan manajemen hotel yang buruk akan berdampak fatal, yaitu gulung tikar. Sehingga, penciptaan market dari hotel itu sendirilah yang harus dipikirkan. Manajemen hotel, lanjutnya, harus mampu menciptakan market sendiri.

Ditengah-tengah persaingan, manajemen hotel juga harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan harapan. SDM yang sesuai tersebut, menurutnya, akan mampu beradaptasi dengan cepat apa yang direncanakan oleh pengelola.

“Asal kita bisa memiliki SDM yang bagus dan servis kepada pengunjung yang bagus, itu menjadi nilai lebih sendiri. Tantangannya sebenarnya ada di diri kita, dan pastinya dunia perhotelan itu butuh konsistensi dalam melayani,” ujarnya.

Berdirinya The Wujil Resort and Conventions Ungaran menurutnya memiliki tantangan dan keuntungan sendiri. Secara geografis, lokasi yang berada di jalur utama jalan nasional merupakan keuntungan tersendiri.

Selain itu, minimnya hotel berbintang di Kabupaten Semarang juga menjadi keuntungan tersendiri. Meski begitu, tantangan yang dihadapi yaitu hotel berdiri di wilayah yang kultur sosialnya berbeda dengan kota-kota besar. “Itu tantangan yang memang harus saya pecahkan dengan metode pengelolaan yang saya pahami,” ujarnya.

Letak geografis sangat menguntungkan dirinya dalam pengelolaan The Wujil Resort and Conventions, Ungaran. Setidaknya, tamu-tamu dari luar kota seperti dari Jogjakarta, Solo, dan Semarang apabila melintas pasti akan mampir. “Secara general, tantangan kita yaitu harus mampu membuat tamu-tamu itu menjadi loyal ke kita,” ujarnya.

Hal tersebut juga ia tanamkan di internal manajemen. Dikatakan Miyana, kultur sosial di masyarakat sekitar hotel berdiri juga mempengaruhi pertumbuhan hotel. (ewb/ric)