Akses Masuk Flyover Keliru, Warga Demo Kontraktor Tol Soker

168

Demo puluhan warga dikawal ketat jajaran Polsek Banyudono. Sembari membetangkan sejumlah spanduk, menolak flyover sebelum ada negosiasi degan warga. Penolakan ini dilandasi kekecewaan warga yang meminta flyover dibangun agak menjorok ke sisi kanan. Dengan alasan menutup akses rumah salah seorang warga.

Permintaan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelum flyover dibangun. Namun hingga hampir selesainya pembangunan, konstruksinya tidak sesuai keinginan warga.

”Prediksi kami yang melintas di sini banyak dan ramai. Kalau konstruksinya tidak diubah, kasihan warga kami,” keluh Juhari, Ketua RT 08 Dukuh Pandaan, Desa Denggungan, Banyudono kepada Jawa Pos Radar Solo usai demo kemarin.

Tuntutan lainnya, warga meminta normalisasi sistem pengarian sawah yang rusak. Imbas dari pembangunan flyover. ”Kami marah. Katanya dulu diiyakan tuntutan kami. Tapi setelah hampir jadi, malah tidak ada realisasinya sama sekali,” ketus Juhari.

Beruntung, demo berjalan kondusif. Setelah salah seorang perwakilan pelaksana proyek Tol Soker, Siantur menemui warga. Dari hasil pertemuan, pelaksana proyek bakal menyetujui pemindahan akses masuk flyover. Usai pertemuan, warga gotong royong membongkar bangunan pos kamling yang sedianya bakal dijadikan jalan masuk flyover.

” Kami penuhi permintaan warga. Tanah warga yang terkena pembangunan sudah kami bebaskan,” tandas Sianturi.

Ditambahkan Sianturi, sejak awal pihaknya sudah mengakomodasi permintaan warga. Namun ada kesalahan komunikasi dengan pekerja di lapangan. ”Ini miskomunikasi saja. Bangunan pos kampling juga langsung kami beri ganti rugi. Supaya warga dapat mendirikan lagi pos kampling di lokasi lain,” imbuhnya.

(rs/wid/fer/JPR)

Silakan beri komentar.