Resitasi Tingkatkan Pemahaman Masyarakat dalam Membangun Integrasi

468
Oleh: Endang Riyanti SH MPd
Oleh: Endang Riyanti SH MPd

RADARSEMARANG.COM – SULITNYA Menciptakan kondisi kelas yang aktif pada saat pembelajaran sebagai bentuk evaluasi dari pendidik. Tak cukup ceramah saja, tak sekedar pendidik menunjuk peserta didik dapat menyampaikan pendapat dengan baik. Karena terjalin tidaknya komunikasi dikelas antara peserta didik dan pendidik merupakan tanggungjawab pendidik. Perlunya penentuan media, pendekatan maupun metode yang tepat dalam menyampaikan materi didalam kelas menjadikan hal urgen. Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan.

Jelas bahwa pemanfaatan sumber belajar lingkungan sekitar dapat menjadikan sarana prasarana untuk pencapaian tujuan dari pada proses pembelajaran. Gejala-gejala yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik akan lebih mudah dipahami untuk mengantarkan sebuah materi pembelajaran. Sehingga akan terjadi proses pembelajaran yang komunikatif saat berlangsungnya pembelajaran.

Ketepatan dalam menentukan metode akan menentukan tingkat keberhasilan tujuan dari pada pembelajaran. Oleh karenanya sebagai pendidik, dibutuhkan ketelitian dan analisa baik dari segi materi, kesesuaian dengan karakteristik peserta didik dan sarana prasarana yang tersedia. Sehingga hasil belajar peserta didik pun akan diperoleh dengan optimal. Dalam materi PPKn, salah satu kompetensi dasar yang mesti dikuasai pada kelas XII adalah peran masyarakat dalam mengatasi ancaman dalam membangun integrasi Bangsa. Sekilas memahami kompetensi ini adalah dekat hubungannya dengan masyarakat sekitar. Pendidik tidak perlu repot membuat media pembelajaran maupun alat bantu dalam menyampaikan materi ini. Maka, metode resitasi tepat digunakan pada materi ini.

Metode resitasi merupakan metode penyajian bahan pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Karena metode ini mempunyai kelebihan dapat merangsang siswa dalam melaksanakan aktifitas belajar baik individu maupun kelompok. Membina kemandirian dan melatih tanggungjawab, kedisiplinan secara kelompok serta mengembangkan kreatifitas siswa.  Terlebih dapat mendekatkan pemahaman hubungan sosial masyarakat di daerah lingkungan peserta didik. Karena penggunaan metode resitasi ini dalam satu kelas akan dibuat beberapa kelompok, kurang lebih 6 sampai 7 siswa perkelompok (ada 4 kelompok dalam satu kelas). Setiap kelompok akan dibagi tugas untuk melakukan wawancara berdasarkan list pertanyaan yang sudah disiapkan tiap kelompoknya. Adapun pembagian dari empat (4) kelompok ini yaitu kelompok 1 dengan tema peran keluarga, kelompok 2 dengan tema peran sekolah, kelompok 3 peran karang taruna dan kelompok 4 peran tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kemudian masing-masing kelompok mengajukan satu  pertanyaan mendasar sesuai dengan topik atau tema diatas yang akan dijawab secara kelompok dengan melakukan  analisis atau  kunjungan disertai wawancara kepada tokoh atau mengkaji dari berbagai sumber yang relevan dengan topik diatas. Selanjutnya, usulan  dari  masing-masing kelompok dibahas, dimusyawarahkan dan disepakati sebagai pertanyaan yang akan dijawab bersama melalui observasi lapangan Perencanaan dalam resitasi ini dilakukan secara kolaboratif antara pendidikdan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa memiliki atas tugas dan tanggungjawab dalam kelompok tersebut.

Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat  mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara   mengintegrasikan   berbagai    subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk  membantu penyelesaian tugas kelompok. Kelompok 1 bertugas untuk  mendeskripsikan  peran keluarga dalam mengatasi berbagai ancaman yang dapat menyebabkan terjadinya disharmonisasi masyarakat dan disistegrasi bangsa.

Sedangkan kelompok 2 bertugas untuk  mendeskripsikan  peran sekolah dalam mengatasi berbagai ancaman yang dapat menyebabkan terjadinya disharmonisasi masyarakat dan disistegrasi bangsa. Kelompok 3 bertugas untuk  mendeskripsikan  peran remaja (Karang Taruna) dalam mengatasi berbagaia ncaman yang dapat menyebabkan terjadinya disharmonisasi masyarakat dan disistegrasi bangsa. Kelompok 4 bertugas untuk mendeskripsikan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam mengatasi berbagai ancaman yang dapat menyebabkan terjadinya disharmonisasi masyarakat dan disintegrasi bangsa dan hal-hal yang  harus dilakukan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat guna mendukung terciptanya harmonisasi dalam masyarakat dan disintegrasi bangsa.

Pendidik tidak semata-mata lepas tanggungjawab tetap pendidik melakukan monitor  dan kontrol erhadapaktivitas pesertadidik selama menyelesaikan tugas kelompoknya serta memfasilitasinya dengan melakukan pendampingan. Dengan demikian peserta didik dapat memahami langsung  peran   serta   masyarakat   dalam   mengatasi   berbagai ancaman dalam membangun integritas nasional. Penggunaan metode resitasi ini menciptakan komunikasi antara peserta didik dan pendidik serta dengan warga lingkungan sekitar lebih dekat dengan peserta didik dan terjadi keaktifan dikelas pada saat setiap kelompok menyampaikan hasil belajarnya. Pun pada pencapaian hasil belajar peserta didikdapat memperoleh dengan maksimal. (tj3/bas)

Guru PPKn SMA Negeri 1 Boja Kendal