33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

PT Simoplas Pailit Ditangan Dua Kreditur

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – PT Simongan Plastik Factory (Simoplas), perusahaan plastik kemasan legendaris yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, akhirnya pailit di tangan dua krediturnya sendiri bernama Liem Wibowo Halim dan David Hidayat, di Pengadilan Niaga (PN) Semarang, Jumat (23/2). Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Purwono Edy Santosa mengabulkan permohonan pailit.

“Memang kami meminta dipailitkan, karena perusahaan itu tidak memiliki karyawan lagi, pabrik sudah tidak beroperasi, makanya kami melihat putusan pailit sudah tepat,” kata kuasa hukum Liem Wibowo Halim, Agus Nurudin saat dikonfirmasi terkait putusan itu.

Dari perkiraanya sementara, total hutang Simoplas mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan total asetnya juga hampir sama. Namun demikian, detailnya ia mengaku tidak paham, nanti akan dihitung oleh tim apprasial.

Sedangkan terkait gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan Edhie Tejopurnomo dan Adi Gunawan Tejo Purnomo terhadap Simoplas, melalui kuasa hukumnya, Eka Windiharto, keduanya mengaku kalau gugatan tersebut ditolak majelis hakim, dengan alasan pengajuannya tidak pada sidang pertama, sehingga putusannya NO (niet ontvankelijke verklaard). Namun demikian, Eka masih berharap di dalam kepailitan itu, masih bisa muncul perdamaian.

Menurutnya, di dalam kepailitan masih terbuka peluang terjadinya perdamaian dengan waktu 8 hari setelah diputus, dengan demikian ia mengaku optimis berdamai. Pihaknya juga sudah berencana mengajukan kasasi terkait putusan pailit tersebut.

Atas putusan pailit tersebut, Eka juga berharap dari pihak pemohon pailit yakni, Liem Wibowo Halim dan David Hidayat bisa berlapang hati membantu upaya perdamaian. Ia menilai, dalam suatu perseroan untuk membubarkan tidak perlu dengan cara pailit, melainkan cukup dengan cara likuidasi.

“Kami melihat tagihannya Wibowo Halim sekitar Rp 1,5 miliar, sedangkan David Rp 3,7 miliar. Sedangkan asetnya berdasarkan hasil apprasial tahun 2014 mencapai Rp 850 miliar, sekarang sudah ada diatas Rp 1 triliun,” ungkapnya.

Terpisah, kuasa hukum PT Simoplas, Victor Budi Rahardjo  mengatakan, perusahaan kliennya sudah lama tidak beroperasi dan berproduksi, sedangkan terkait jumlah aset ia sendiri belum paham totalnya.

“Kalau yang PKPU dikabulkan, klien kami juga tidak punya uang untuk bayar. Kami juga tidak ada ajukan upaya hukum lagi terkait putusan pailit itu, kalaupun kasasi juga tidak serta merta mempengaruhi eksekusi yang dilakukan kurator,” kata Victor. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kenaikan BBM Kerek Inflasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Inflasi Jateng pada Februari lalu mencapai 0,36 persen. Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu pemicu tingginya inflasi. Kepala Badan Pusat...

Latih Profesionalisme Prajurit TNI

DEMAK- Ratusan  prajurit Kodim 0716 Demak menjalani latihan menembak senjata ringan (Latbak Jatri) di lapangan tembak Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Latihan yang berlangsung 3...

Desak Pemkot Perbaiki Pagar Pembatas

SEMARANG - Warga penghuni Rumah Susun Warga (Rusunawa) Blok C Kaligawe Kecamatan Gayamsari, masih berduka atas insiden meninggalnya Wandafa Aldiansah, 3, yang jatuh dari tangga...

Masyarakat Harus Ikut Berantas Korupsi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Persoalan korupsi tidak akan selesai bila hanya diserahkan pada negara. Masyarakat harus hadir dan ikut terlibat dalam pemberantasan korupsi. Hal itu...

Laga Perdana Lawan Persebaya

SEMARANG- Duel sengit bakal langsung terjadi pada laga pembuka Grup Y Babak 8 Besar Liga 2. Tim PSIS Semarang akan bentrok melawan musuh bebuyutan,...

Kenalkan Narkoba pada Siswa PAUD

TEMANGGUNG- Sosialisasi bahaya narkotika harus dilakukan sejak dini. Termasuk pada anak-anak usia PAUD dan TK. Tentu caranya beda dengan sosialisasi pada responden remaja dan...