RADARSEMARANG.COMSEMARANG – PT Simongan Plastik Factory (Simoplas), perusahaan plastik kemasan legendaris yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, akhirnya pailit di tangan dua krediturnya sendiri bernama Liem Wibowo Halim dan David Hidayat, di Pengadilan Niaga (PN) Semarang, Jumat (23/2). Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Purwono Edy Santosa mengabulkan permohonan pailit.

“Memang kami meminta dipailitkan, karena perusahaan itu tidak memiliki karyawan lagi, pabrik sudah tidak beroperasi, makanya kami melihat putusan pailit sudah tepat,” kata kuasa hukum Liem Wibowo Halim, Agus Nurudin saat dikonfirmasi terkait putusan itu.

Dari perkiraanya sementara, total hutang Simoplas mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan total asetnya juga hampir sama. Namun demikian, detailnya ia mengaku tidak paham, nanti akan dihitung oleh tim apprasial.

Sedangkan terkait gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan Edhie Tejopurnomo dan Adi Gunawan Tejo Purnomo terhadap Simoplas, melalui kuasa hukumnya, Eka Windiharto, keduanya mengaku kalau gugatan tersebut ditolak majelis hakim, dengan alasan pengajuannya tidak pada sidang pertama, sehingga putusannya NO (niet ontvankelijke verklaard). Namun demikian, Eka masih berharap di dalam kepailitan itu, masih bisa muncul perdamaian.

Menurutnya, di dalam kepailitan masih terbuka peluang terjadinya perdamaian dengan waktu 8 hari setelah diputus, dengan demikian ia mengaku optimis berdamai. Pihaknya juga sudah berencana mengajukan kasasi terkait putusan pailit tersebut.

Atas putusan pailit tersebut, Eka juga berharap dari pihak pemohon pailit yakni, Liem Wibowo Halim dan David Hidayat bisa berlapang hati membantu upaya perdamaian. Ia menilai, dalam suatu perseroan untuk membubarkan tidak perlu dengan cara pailit, melainkan cukup dengan cara likuidasi.

“Kami melihat tagihannya Wibowo Halim sekitar Rp 1,5 miliar, sedangkan David Rp 3,7 miliar. Sedangkan asetnya berdasarkan hasil apprasial tahun 2014 mencapai Rp 850 miliar, sekarang sudah ada diatas Rp 1 triliun,” ungkapnya.

Terpisah, kuasa hukum PT Simoplas, Victor Budi Rahardjo  mengatakan, perusahaan kliennya sudah lama tidak beroperasi dan berproduksi, sedangkan terkait jumlah aset ia sendiri belum paham totalnya.

“Kalau yang PKPU dikabulkan, klien kami juga tidak punya uang untuk bayar. Kami juga tidak ada ajukan upaya hukum lagi terkait putusan pailit itu, kalaupun kasasi juga tidak serta merta mempengaruhi eksekusi yang dilakukan kurator,” kata Victor. (jks/zal)