LEBIH MUDAH : Pegawai Bapenda menjelaskan cara pengoperasian aplikasi kepada para wajib pajak dalam Sosialiasi Implementasi Laporan dan Pembayaran Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, dan Parkir di Kota Semarang Secara Online dengan Aplikasi E-SPTPD, di Gets Hotel Semarang, Jumat (23/2). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
LEBIH MUDAH : Pegawai Bapenda menjelaskan cara pengoperasian aplikasi kepada para wajib pajak dalam Sosialiasi Implementasi Laporan dan Pembayaran Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, dan Parkir di Kota Semarang Secara Online dengan Aplikasi E-SPTPD, di Gets Hotel Semarang, Jumat (23/2). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mempermudah pelaporan pajak melalui layanan Surat Pemberitahuan pajak Daerah Elektronik (E-SPTPD). Inovasi ini sekaligus sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan kepada wajib pajak (WP) dengan lebih baik dan cepat.

Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto,  mengatakan, selain mempermudah, melaui aplikasi ini pelaporan WP bisa lebih transparan. Dengan kata lain, pengawasan kepada WP dengan sistem self assesment atau yang menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang ditanggung, dapat lebih diperketat.

”Selama ini dilakukan secara manual sebulan sekali dan ini agak tercecer. Agak susah juga untuk mengingat, karena diisi sebulan sekali. Kalau ini nanti melaporkan transaksi per hari, kemudian satu bulan sekali membayar dengan kode dari id yang diberikan,” jelasnya.

”Ini nanti akan kita sesuaikan software nya untuk langsung di-upload,” imbuhnya sembari menginformasikan 1 Maret diharapkan sudah dapat digunakan oleh WP.

Agus menjelaskan, sesuai PP nomor 55 tahun 2016 yang diwajibkan melaporakan melalui E-SPTPD ini adalah WP dengan sistem self assesment seperti hotel, hiburan, restoran, parkir.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto,  menilai E- SPTPD merupakan salah satu terobosan yang bagus untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak.

”Pada sidak lalu, kami lihat antrean sangat panjang dan itu membuat kenyamanan berkurang, Sebenarnya secara pelayanan sudah bagus. Akhirnya kita rembugan untuk mengurangi pertemuan tatap muka wajib pajak. Kita kemudian berinovasi ini,” ujar legislator dari Fraksi Demokrat ini.

Terobosan ini juga disambut baik oleh para wajib pajak. Andre Johanes, asisten CA hotel All Stay Semarang merasa lebih dimudahkan dengan adanya aplikasi ini. Sebab, sebelumnya, dia harus ikut antre panjang ketika setor langsung ke Bapenda untuk urusan pajak.  ”Awal-awal memang setor langsung. Tapi setelah itu, transfer. Dengan ini sepertinya akan lebih mudah,” kata dia. (sga/zal)