RAKOR : Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak, Guvrin Heru Putranto didampingi Humas Wajito di Pendopo Kabupaten, Jumat (23/2) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAKOR : Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak, Guvrin Heru Putranto didampingi Humas Wajito di Pendopo Kabupaten, Jumat (23/2) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Angka kematian bayi di Demak tergolong tinggi. Tahun 2017 lalu tercatat ada 14 kasus kematian ibu di Kabupaten Demak. Sedangkan, total kematian bayi hingga Per Februari 2018 ada 11 kasus.

“Ini angka yang relatif tinggi. Karena itu, kami mengharapkan para bidan dapat bekerja keras menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tersebut,” kata Kasi Kesehatan Keluarga Ibu dan Anak serta Gizi, Asih Ariani MKes dalam Rakor Program Jampersal Dinas Kesehatan (Dinkes) yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, Jumat (23/2) kemarin.

Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengingatkan bidan untuk fokus pada tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). “Kalau kerjanya fokus, pasti penurunan AKI dan AKB dapat diraih,” katanya saat memberikan motivasi di hadapan 350 bidan se-Demak.

Menurutnya, modal utama dalam menurunkan AKI dan AKB sama dengan cara memperoleh kesejahteraan. Ada 4 modal utama, yaitu penampilan, keterampilan, pelayanan dan sikap (attitude). “Karena itu, bidan harus menghindari sikap malas, menunda pekerjaan dan masuk ke zona nyaman,” katanya.

Kepala Dinkes Pemkab Demak, Guvrin Heru Putranto SKM menyampaikan, bidan harus membuktikan dengan melakukan 5 hal. Yaitu, responsibility, disiplin melaporkan dan mengunjungi, tanggung jawab terhadap keselamatan pasien, jujur dalam memberikan laporan, dan menjaga integritas. “Jadi, 5 indikator itu harus dipegang erat seorang bidan,” katanya. (hib/ida)