RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk pembiayaan modal usaha perusahaan rintisan (startup) di provinsi ini.

Direktur Bisnis Retail dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan, program tersebut adalah bagian Corporate Social Responsibilty (CSR) yang dananya diambil dari laba perusahaan. “Harusnya dijalankan tahun lalu, tapi terkendala biaya operasional. Tahun ini kami rumuskan lagi dan siap dijalankan,” katanya, Jumat (23/2).

Dia menerangkan, dana operasional yang disiapkan tahun lalu rupanya tidak cukup untuk pembinaan selama setahun. Oleh karena itu, tahun ini akan ditambah dana operasional agar program tersebut bisa berjalan.

Jumlah pengusaha yang akan dibina sebanyak 250.000 orang yang berasal dari 35 kabupaten/kota se Jateng. Bank Jateng menggandeng perguruan tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendampingi para pengusaha pemula tersebut. “Jadi masing-masing usaha mendapatkan bantuan modal sekitar Rp 2 juta,” imbuhnya.

Nantinya, pengusaha tersebut dikenai kewajiban mengembalikan pinjaman dengan bunga 2 persen. Bunga tersebut jauh dibawah bunga rata-rata kredit mikro yang di kisaran dua digit.

Pengusaha yang diberi modal usaha tersebut selanjutnya didampingi dan dibina agar usahanya berkembang. Jika prospektif maka akan diberikan pinjaman modal yang lebih besar dari bank.

Dia menjelaskan, perseroan berupaya membuat program CSR yang sejalan dengan bisnis perusahaan. Sehingga yang dihasilkan bukan hanya dampak sosial tapi juga dampak ekonomi.

Pendampingan sendiri dilakukan oleh LSM dan beberapa kampus negeri dan swasta. Terkait mitigasi risiko, Hanawijaya menegaskan tetap memakai standar bank. Namun, yang diprioritaskan adalah pengusaha yang punya keinginan kuat dan punya karakter entrepreneur. “Nanti yang memilih ada perguruan tinggi dan LSM,” pungkasnya. (ric)