SELUNDUPKAN SABU: Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Jateng dan DI Jogjakarta, Parjiya, saat gelar perkara dengan tersangka Erna W, Kamis (22/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SELUNDUPKAN SABU: Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Jateng dan DI Jogjakarta, Parjiya, saat gelar perkara dengan tersangka Erna W, Kamis (22/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banyak cara dilakukan para pengedar narkoba untuk mengelabuhi petugas. Seperti yang dilakukan Erna W alias EW, 41, warga Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia tertangkap petugas Bea dan Cukai saat menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 538 gram (1/2 kilo lebih) yang diselipkan di dalam pembalut yang dipakainya.

Aksi tersebut terbongkar berawal adanya kecurigaan petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terhadap tingkah laku EW saat turun dari pesawat Air Asia AK 328 rute Kuala Lumpur – Semarang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (19/2) sekitar pukul 09.15. Sebab, saat di bandara, tersangka berjalan dengan kedua kaki terbuka atau mengkangkang yang dinilai kurang wajar.

Selanjutnya, penumpang tersebut diperiksa secara fisik dan dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan di dalam tasnya. Dari hasil pemeriksaan ini ditemukan satu bungkus kristal bening diduga metamphetamine atau sabu yang disembunyikan di dalam pembalut yang dipakai perempuan tersebut.

‚ÄúSetelah dilakukan pengujian awal terhadap kristal bening itu, dinyatakan positif sabu dengan berat total brutto 538 gram. Satu plastik berisi sabu tersebut dilekatkan dengan lakban di pembalut yang dipakai EW,” jelas Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Jateng dan DI Jogjakarta, Parjiya, saat gelar perkara di kantornya, Kamis (22/2).

Pratiya menjelaskan, hal lain yang membuat EW dicurigai petugas, yakni tiket pemesanannya dilakukan mendadak atau sehari sebelum penerbangan. Kemudian tiket EW dipesankan atas nama orang lain. “Dan, saat tim kami memeriksanya, EW kedapatan menyelundupkan sabu yang diletakkan di sekitar organ intim. Tersangka sendiri memakai pembalut, padahal tidak masa menstruasi,” ujarnya.