Rumah Makan Masih Gunakan Gas Melon

286

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim monitoring elpiji yang terdiri dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Region Jateng DIJ, Pemkot Semarang, LP2K serta Hiswana DPC Semarang masih menemukan adanya penggunaan elpiji 3 kg yang tak tepat sasaran.

Pjs Unit Manager Communication & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero), Muslim Dharmawan mengatakan, tim gabungan melakukan sidak di lima rumah makan di Semarang, kemarin. Hasilnya, dari lima rumah makan yang disidak, tiga diantaranya masih menggunakan elpiji bersubsidi.

Tiga rumah makan tersebut menggunakan elpiji subsidi untuk memasak dengan jumlah yang berbeda-beda per harinya.  Mulai dari 4 tabung hingga 12 tabung per hari. “Kami berterimakasih kepada Rumah Makan dan Industri yang telah “sadar” menggunakan elpiji non subsidi serta  mengapresiasi kepatuhan agen yang juga telah mematuhi prosedur keamanan dan prosedur penyaluran elpiji Pertamina,” ujarnya.

Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan rutin oleh Tim Monitoring Elpiji Kota Semarang ini bertujuan agar elpiji 3 kg digunakan tepat sasaran. Sehingga masyarakat miskin yang memang berhak menggunakan tidak kesulitan mencari elpiji 3 kg.

“Para pelaku usaha yang tidak seharusnya menggunakan elpiji bersubsidi ini terus kami edukasi, termasuk juga masyarakat. Sehingga penggunaannya diharapkan tak lagi salah sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlu diketahui bersama bahwa Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram (Perpres 104/2007) menyatakan bahwa penyediaan dan pendistribusian elpiji tabung 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro. (dna/ric)