LONGSOR: Warga Kuncen Lama membersihkan material longsor yang menimpa rumah Sungkono, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LONGSOR: Warga Kuncen Lama membersihkan material longsor yang menimpa rumah Sungkono, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Semarang berdampak terhadap bencana tanah longsor. Kali ini longsor menerjang rumah Sungkono, 65, warga Kuncen Lama RT 11 RW 01, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu (21/2).

Talut setinggi 2 meter dan panjang 10 meter menerjang rumah Sungkono hingga meluluh lantahkan bagian belakang. “Seluruh perabotan rumah tangga rusak,” ujar Paini, 57, istri Sungkono.

Selain rumah bagian belakang ambruk dan perabot rusak parah, dinding rumahnya juga banyak yang retak akibat terjangan material longsor. Dijelaskan Paini, peristiwa longsor tersebut diawali dengan masuknya air hujan ke bagian belakang rumahnya setinggi 50 sentimeter pada Selasa (20/2) malam.

Karena debit tinggi, talut tidak mampu menampung air maka longsor pun terjadi. Bahkan selain meluluh lantahkan rumah bagian belakang, material longsor juga menyumbat saluran air. Sehingga, air hujan juga meluber hingga ke umah warga yang lain.

“Air kemarin masuk rumah setinggi 50 sentimeter, terus dinding rumah juga retak-retak,” katanya. Adapun ukuran rumah bagian belakang Sungkono yang tertimpa material longsor 3 x 8 meter.

Atas longsornya talut setinggi 2 meter dan panjang 10 meter tersebut material telah dibersihkan menggunakan alat berat.

Sang pemilik talut, Suyono Adi Sayogo, 30, mengaku akan bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. “Kami akan bertanggungjawab untuk memperbaiki kembali rumahnya. Sekarang kami langsung mulai mengerjakan,” kata Suyono. (ewb/zal)